Perlu Sinergi Bangkitkan Pariwisata NTB, Wisata Halal Jadi Jualan Utama

Pariwisata NTB
RAKOR : Pemprov NTB menggelar Rakor pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB serta pelaku pariwisata, Rabu (24/10). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pariwisata NTB tengah menggeliat setelah mati suri akibat bencana gempa. Semakin hari jumlah kunjungan terus bertambah. Agar cepat pulih, sinergi antara Pemprov, Pemkab/Pemkot dengan para pelaku pariwisata sangat penting. NTB juga punya brand pariwisata halal yang menjadi jualan utama menggaet wisatawan sebanyak-banyaknya.

Kemarin digelar rapat koordinasi bidang pariwisata antara Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota serta para penggiat pariwisata. Saat membuka acara, Sekda  NTB H. Rosiady Sayuti menyampaikan banyak hal, terutama bagaimana membangkitkan kembali sektor pariwisata. “ Branding wisata halal ditujukan untuk semua destinasi Lombok-Sumbawa. Setidaknya kita punya pantai serta satu dari tiga gili seperti Gili Meno dilabeli halal, sehingga wisatawan tidak ragu saat makan dan beribadah, tapi halal tourism is  not for moslem only,” ungkap Sekda.

BACA JUGA: Pendakian Rinjani Dibuka Tahun 2020

Brand destinasi wisata Lombok-Sumbawa pasca gempa menurutnya harus dimaksimalkan. Hal ini sebagai upaya meningkatkan promosi dalam rangka normalisasi kondisi pariwisata NTB pasca gempa.

Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy sebagai salah satu pemateri mengatakan, bencana gempa yang terjadi beberapa waktu lalu telah mengakibatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata menurun drastis, termasuk di Lombok Timur. Bahkan penurunannya hingga 80 persen.

Dampaknya tentu saja dirasakan langsung oleh penyedia jasa restoran dan hotel. “ Rakor ini saya harap akan membahas juga solusinya. Alternatifnya bisa menggaet wisata plat merah dengan mengundang ke acara resmi dan event internasional,” katanya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah yang juga menjadi pemateri, mengaku bangga hadir diantara orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap pariwisata. “ Sepuluh tahun perkembangan pariwisata NTB luar biasa. Masyarakat dunia menoleh pada kita karena cover yang bagus, tetapi untuk mengelolanya butuh the right man on the right place,” katanya.

Rohmi berharap semua pihak mau bersinergi dan fokus dalam mengembangkan pariwisata. “ Karena saat ini diperlukan kerja keras dari semua  elemen masyarakat untuk mewujudkannya. Karena modal keinginan saja tidak cukup,” kata Rohmi.

Lebih lanjut disampaikan, terdapat 5 aspek untuk bisa berhasil mengembangkan pariwisata. Yaitu kondisi alam yang indah, budaya yang luhur, makanan yang  khas, masyarakat yang tourist minded dan kesan yang baik.

Rakor digelar bertujuan mendukung misi ketiga dan ketujuh NTB Gemilang yang diusung oleh Zul-Rohmi yaitu mewujudkan 100 desa wisata, mewujudkan direct flight antar Pulau di NTB dan menyelenggarakan event berskala Internasional.

BACA JUGA: Penyeberangan Wisman ke Gili Baru 10 Persen

Saat ini, parameter pariwisata tidak lagi diukur dari seberapa banyak pengunjung yang datang, namun sebarapa besar pariwisata menciptakan peluang pekerjaan untuk masyarakat.

Terpisah, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah memastikan kondisi NTB secara umum sudah cukup baik. Termasuk destinasi wisata yang ada telah siap dikunjungi. “ Alhamdulillah Lombok sudah pulih. Destinasi kita siap dikunjungi,” katanya.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut