Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah di Pesisir Lombok

Triyono Prijosoesilo
Triyono Prijosoesilo

MATARAM – Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) menjalin kemitraan bersama Ancora Foundation serta Plastic Bank Indonesia dan MallSampah sebagai mitra pelaksana program “Plastic Reborn 3.0” yang bertujuan untuk mencari solusi terhadap permasalahan sampah plastik di Indonesia. Plastic Reborn 3.0 memberdayakan para pekerja sampah, yaitu pemulung dan pengepul di Lombok dan Makassar, melalui pemanfaatan teknologi.

Ancora Foundation bersama dengan mitra pelaksana yaitu Plastic Bank Indonesia dan Mall Sampah dalam program Plastic Reborn 3.0 telah berhasil mengumpulkan lebih dari 14 juta atau setara dengan 293 ton botol plastik PET dari Pulau Lombok dan Makassar.

Ketua Pelaksana CCFI Triyono Prijosoesilo mengatakan CCFI bersama Ancora Foundation terus berupaya mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang kuat di Indonesia, dalam hal ini di Pulau Lombok dan Makasar.

“Program ini mendorong terbentuknya sistem persampahan dan pendaurulangan yang efisien, khususnya agar wilayah pesisir Lombok dan Makassar dapat terhubung dengan infrastruktur daur ulang yang  dibutuhkan,” kata Triyono, Selasa (16/11).

Lombok dan Makassar terletak di wilayah pesisir Indonesia yang rentan terhadap berbagai ancaman pencemaran lingkungan, termasuk sampah yang berasal dari daratan. Sementara itu, penanganan sampah di kedua wilayah ini mengalami kendala, seperti infrastruktur persampahan yang belum memadai.

“Kami menemukan pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat informal merupakan dua komponen utama yang dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia,” jelas Direktur Eksekutif Ancora Foundation, Ahmad Zakky Habibie.

Dikatakannya, dengan bantuan teknologi, kini pemulung dapat memantau jadwal, data transaksi, jumlah dan frekuensi transaksi jual beli, serta total kemasan botol pasca konsumsi yang telah dikumpulkan.

“Adanya peran dan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pemulung dan masyarakat yang terlibat dalam program tersebut,” kata Zakky.

Sementara itu, Country Manager, Plastic Bank Indonesia, Paola Cortese mengatakan program ini dapat mencegah masuknya sampah plastik ke lautan sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja sampah.

“Melalui program Plastic Reborn 3.0, kami menggunakan bisnis untuk meningkatkan literasi daur ulang para pemulung dan pengepul yang tersebar di delapan titik tempat pengumpulan sampah dan sekitarnya,” kata Paola.

Sementara itu, Sri Wahyuni, pemulung dari Lombok dan peserta Plastic Reborn 3.0 turut menuturkan manfaat yang diterimanya dari program tersebut.

“Melalui program ini, saya mendapatkan bantuan yang sangat berharga dan juga wawasan baru, khususnya bagaimana cara meningkatkan pengumpulan sampah,”  ujarnya. (luk)