Perkosa Putri Kandung, Ayah Tersenyum Saat Ditangkap

DITANGKAP: S alias FA pelaku pemerkosaan tersenyum saat ditangkap Satreskrim Polresta Mataram di rumahnya, wilayah Gunungsari, Lobar. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kasus pemerkosaan kembali terjadi. Pelakunya ialah seorang laki-laki inisial S alias FA asal Kecamatan Gunungsari, Lobar. Pelaku merudapaksa putri kandungnya sendiri di rumahnya.

“Kita melakukan upaya paksa (penangkapan) terhadap terduga pelaku, yang memang ada laporan polisi sehubungan dengan tindakan asusila yang dilakukan oleh orang tua terhadap putri kandungnya sendiri,” terang Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Selasa (5/3).

Berdasarkan dari keterangan korban yang dihimpun Kepolisian, pelaku melakukan aksi bejatnya sejak putri kandungnya duduk di bangku SMP. Usia korban saat itu sekitar 15 tahun.

Pelaku menggagahi putri kandungnya sudah berkali-kali. Hingga pelaku beranjak dewasa. “Hingga saat ini (terjadi pemerkosaan). Korban sekarang sudah SMA. Usianya 17 tahun,” katanya.

Pelaku merudapaksa korban di rumahnya. Selama ini, ibu korban tidak mengetahui aksi bejat yang dilakukan pelaku. Karena pelaku selalu melampiaskan nafsu berahinya setelah istri pergi bekerja.

Ibu korban mengetahui kejadian itu setelah diberitahukan oleh anak laki-lakinya, atau adik korban. Saat itu, ibu korban menanyakan kepada anaknya, kenapa tidak pernah pulang tidur. Adik korban itu pun menjawab, tidak tahan dengan apa yang diperbuat bapaknya atau pelaku. Adik korban sering melihat korban disetubuhi oleh pelaku. “Sehingga ibu korban melapor hari ini (5/3). Korban sudah dilakukan visum dan ditemukan luka lama (luka pada bagian kelamin korban) sehingga kami lakukan upaya paksa terhadap pelaku hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan 14, 26 Gram Sabu dan 131 Gram Ganja

Berdasarkan pantauan Radar Lombok, pelaku ditangkap di rumahnya. Saat itu, pelaku tidak menunjukkan perlawanan dan rasa penyesalan. Sebaliknya, pelaku malah menunjukkan senyuman. Begitupun saat dibawa ke Mapolresta Mataram, pelaku masih tersenyum.

Di Polresta Mataram, pelaku mengakui perbuatan. Namun, pelaku mengelak telah memperkosa korban berkali-kali. “Hanya sekali saja pak. Selainnya tidak pernah,” aku pelaku saat ditanya di Polresta Mataram.

Pelaku sudah tiga kali menikah. Korban yang diperkosa tersebut, anak kandung dari istri keduanya. “Anak dari istri kedua. Baru kemarin, Minggu (3/3) kemarin (kejadian pemerkosaan). Baru sekali,” kelitnya.

Pelaku menceritakan awal mula ia melampiaskan nafsu berahinya. Sabtu malam (2/3) pelaku didatangi rekannya dari Senggigi, Lobar. Pelaku diberikan pil berwarna kuning dua butir dan satu butir warna putih. Setelah mengonsumsi obat tersebut, pelaku hilang kesadaran. “Saya setubuhi jam 03.00 WITA (Minggu),” katanya.

Baca Juga :  Akses Jalan Ditutup, Sahrun Bakar Rumah Tetangga

Pagi buta itu, istri pelaku sudah tidak ada di rumah. Istri sudah berangkat bekerja sebagai juru masak di salah satu pondok yang ada di Lobar.

Saat menggauli, pelaku mengaku putrinya itu tidak menunjukkan perlawanan. Bahkan ia tidak mengancam. “Tidak melawan. Hanya sekali itu aja. Saya menyesal (telah memperkosa putrinya),” ucap dia.

Sementara ibu korban inisial M mengaku aksi bejat yang dilakukan pelaku terhadap anaknya tersebut diketahui dari anak laki-lakinya. “Cuma bilang kakak saya sering main sama bapak,” sebut M.

Di hadapan M, pelaku juga mengakui perbuatan. Setelah pelaku mengaku, M baru melapor ke pihak Kepolisian. “Dia (pelaku) khilaf katanya. Saya tidak tahu berapa kali (pelaku menyetubuhi korban),” tandasnya. (sid)

Komentar Anda