Perkosa Penumpang, Tukang Ojek Asal Gerung Divonis 8 Tahun

illustrasi

MATARAM–Seorang  tukang ojek bernama Dewa Made Keter (75 tahun), warga Gerung, Kabupaten Lombok Barat divonis 8 tahun penjara atas kasus pemerkosaan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pemerkosaan sebagaimana diancam dan diatur dalam pasal 285 KUHP; menjatuhkan pidana oleh karenanya dengan pidana penjara selama 8 tahun,” vonis Ketua Majelis Hakim Hendral di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (27/9).

Vonis hakim ini sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum pada persidangan sebelumnya. Di mana terdakwa Dewa Made Keter dituntut 8 tahun penjara atas perbuatannya. Sebab atas perbuatan terdakwa ini korban mengalami trauma dan luka di beberapa bagian tubuhnya akibat sempat  terjatuh dan ditarik. Untuk luka robek pada selaput dara korban tidak ada. Yang ada hanya luka lecet. Hal itu berdasarkan hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara.

Korbannya ini adalah penumpang dari Dewa Made Keter berinisial M yang juga warga Gerung. Kejadian pemerkosaan pada 1 Juni 2021. Berawal saat Made Keter menjemput korban di tempat kerjanya di Jalan Catur Warga, Kota Mataram menggunakan sepeda motor. Korban saat itu meminta diantar pulang ke rumahnya di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung.

Jalan yang biasa dilalui yaitu perempatan Dasan Cermen ke arah selatan tetapi saat itu korban dibawa melalui Jalan Bypass Jempong menuju arah Gerung. Saat di perjalanan terdakwa masuk ke jalan yang gelap dan sepi. Selanjutnya membawa korban ke sebuah berugak. Dengan cara paksa Made Keter kemudian memperkosa korban. Saat itu korban sudah berupaya menyelamatkan diri tetapi tidak ada orang lain di sekitar lokasi. Made Keter terus berusaha melancarkan aksi bejatnya sembari mengatakan “Puasin saya dulu. Jangan dah bayar ongkos ojek”.

Aksi bejat pelaku terhenti setelah ada orang dari kejahuan mengarahkan senter ke arahnya. Seketika itu Made Keter langsung memasang celana. Begitu juga dengan korban. Made Keter kemudian  meminta korban naik ke sepeda motor dan setelah itu diantar pulang. Sesampainya di rumah korban, Made Keter berpesan kepada korban agar tidak menceritakan apa yang telah diperbuat.

Setelah itu Made Keter langsung pulang. Korban kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya ke pihak keluarga dan setelah itu melapor ke polisi. (der)