Perkenalkan Pariwisata, Sekarbela Programkan “Rabu Besapuq”

RABU BESAPUQ: Sekarbela memperkenalkan program “Rabu Besapuq” untuk menjaga kearifan lokal, sekaligus memperkenalkan atau promosi berbagai potensi kepariwisataan yang ada di wilayahnya.(ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kecamatan Sekarbela memaksimalkan persiapannya untuk memperkenalkan pariwisata diwilayahnya. Nantinya akan ada penampilan berbeda dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kecamatan Sekarbela yang dimulai pekan ini.

Kecamatan Sekarbela memperkenalkan program “Rabu Besapuq” untuk launching kegiatan sadar wisata. “Mulai Rabu pekan ini kami pernekalkan Rabu Besapuq Kecamatan Sekarbela. Sampai ke depan kegiatan akan terus kami lakukan,” ujar Camat Sekarbela, Cahya Samudra di Mataram.
Sapuq adalah ikat kepala tradisional Pulau Lombok. Nantinya Sapuq ini akan digunakan oleh ASN Kecamatan Sekarbela dan jajaran. Termasuk ASN diseluruh Kelurahan di Kecamatan Sekarbela diharuskan menggunakan Sapuq di hari Rabu. “Ini untuk mensosialisasikan kita harus sadar wisata. Karena kita tuan rumah di Ibu Kota Provinsi NTB,” katanya.

Rabu Besapuq menjadi kegiatan sebagai persiapan Kecamatan Sekarbela menyongsong sejumlah event nasional dan internasional di Pulau Lombok. Seperti ajang balap motor dunia MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah, Maret mendatang. Karena Sekarbela saat ini memiliki sejumlah infrastruktur pendukung. Seperti Taman Loang Baloq yang sudah direvitalisasi. “Taman Loang Baloq ini kan sudah hampir rampung. Jadi kita harus siap. Jangan sampai nanti infrastruktur kita siap sumber daya yang belum siap,” ungkapnya.

BACA JUGA :  IHGMA Dukung Kemajuan Pariwisata NTB

Karena itu, aparatur kecamatan, kelurahan dan Linmas. Setiap Rabu akan menggunakan Sapuq khas Pulau Lombok. Sementara untuk ASN perempuan akan menggunakan selendang. “Jadi pelayanan kepada warga masyarakat kita menggunakan Sapuq. Kita turun ke masyarakat juga menggunakan Sapuq,” terangnya.

Untuk wisata, cukup banyak yang bisa dimaksimalkan dan diperkenalkan di kepada wisatawan. Seperti wisata kuliner yang diyakini semakin berkembang. “Kuliner kita tidak kalah dengan wilayah lainnya di Pulau Lombok. Di Sekarbela ini kuliner ikan yang banyak. Di sepanjang pantai ini semakin banyak pedagang kita. Lapak-lapak juga akan kita tata. Di dekat Makam Loang Baloq juga kita sedang tata dengan Dinas Perdagangan. Jadi semua kita harus siap,” jelasnya.
Rabu Besapuq juga bertujuan untuk menjaga kearifan lokal. Aparatur pemerintah tentunya harus memberikan contoh kepada warga masyarakat. “Maknanya ini kita melestarikan budaya. Itulah sosialisasi yang kami lakukan untuk budaya lokal agar tidak tergerus dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

BACA JUGA :  Potensi Wisata, 20 Hektar Tanah Pemda Belum Dilirik

Dia juga mengimbau kelompok sadar wisata untuk mengikuti kegiatan serupa. Tujuannya agar kearifan lokal semakin terjaga. “Tentu kelompok sadar wisata dan masyarakat pada umumnya akan tergugah untuk mengikuti pakaian adat ini,” jelasnya.

Sementara Lurah Tanjung Karang, H Gunawan mengatakan, aparat kelurahan di Kecamatan Sekarbela siap untuk mengunakan Sapuq setiap hari Rabu. “Karena ini tujuannya bagus. Ketika memberikan pelayanan dan turun ke masyarakat. Kita akan menggunakan ini,” katanya. (gal)