Perjuangan Para Petugas Sampah Sungai Jangkuk

Dilempari Sampah, Dapat Gaji Rp 50 Ribu Sehari

Perjuangan Para Petugas Sampah Sungai Jangkuk
PERJUNGAN : Hirman salah satu petugas sampah di Sungai Jangkuk saat bekerja menggiring sampah ke pinggir sungai kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

Sungai adalah masa depan. Di Mataram, kesadaran menjaga sungai mulai tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Yang menarik dipotret adalah kisah para petugas pembersih sampah Sungai Jangkuk. Hirman salah satunya. Sudah puluhan tahun ia bertugas menjadi tukang bersih sampah di muara sungai.


SUDIRMAN-MATARAM


Bermodalkan alat sederhana, Hirman tampak semangat menjalankan tugasnya kemarin. Ia mengumpulkan sampah di muara Sungai Jangkuk. Sampah digiring menggunakan alat bekas keramba ikan dan bambu sepanjang 7 meter. Setelah dinaikkan, sampah lalu diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan truk sampah.

Hirman adalah seorang pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Bersama beberapa rekannya, ia bertugas menjaga kebersihan sungai. Hirman menuturkan, setiap hari sampah yang dinaikkan dari sungai cukup banyak, mencapai puluhan ton. Justru ia mengkritik masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. “ Setiap hari bahkan setelah selesai salat subuh saya sudah ada di sungai. Sering saya tertimpa lemparan sampah warga dari atas, dari atas jembatan Langko,” ungkapnya kepada Radar Lombok kemarin.

BACA JUGA :  Mengenal Sri Maya Dian, Putri Indonesia NTB 2017

Berapa gaji yang diterimanya. Ia mendapatkan Rp 50 ribu  setiap hari. Namun itu tanpa tambahan tunjangan kesehatan maupun jaminan sosial lainnya. Meski begitu ia selalu bersemangat menjalankan tugas menggiring sampah.

Bekerja di terik panas sudah biasa bagi hirman. Bahkan ia tidak menggunakan baju.  Awalnya sempat ada perahu yang diberikan pemerintah namun hanyut dibawa air saat sungai meluap tahun 2015. Selain perahu, jaring penyangga sampah juga terbawa arus sungai.

Sampah setiap hari sampai empat truk bahkan enam truk selama ini.

Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai masih rendah meski sudah ada aturan yang di tempel di area sungai. Bahkan sudah ada ancaman pidana namun masyarakat selama ini tidak menghiraukannya. Sampah dibungai ke sungai. Mereka tidak memikirkan dampak ke depannya. 

BACA JUGA :  Kisah Penjual Lumut Untuk Umpan Memancing Di Dam Pandanduri

Hal ini menjadi perhatian Kepala Dinas PUPR Kota Mataram H. Mahmudin Tura. Ia memang mengakui kesadaran masyarakat tidak membuang sampah selama ini masih rendah. Padahal sudah ada undang-undang bahkan Perda larangan buang sampah sembarangan.” Kesadaran masih kurang. kita akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan penanganan bersama soal sampah,”’ katanya.

Beberapa temuan seperti limbah rumah tangga juga mulai banyak dibuang ke sungai.(*)