Peringatan Hardiknas Diwarnai Demo

Hardiknas Diwarnai Demo
DEMO HARDIKNAS: Organisasi kemahasiswa di Lotim saat melakukan aksi demo dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lotim, Selasa (2/5). (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diwarnai dengan sejumlah aksi demo, Selasa (2/5). Demo ini dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang  tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di Lotim. Diantaranya aksi demo dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa  Islam Indonesia (HMII).

Dalam aksi demo itu, puluhan mahasiswa PMII memulai aksinya di depan Kantor Bupati setempat. Mereka menyebut, sejauh ini pendidikan di Lotim belum mengalami kemajuan, karena berbagai persoalan pendidikan yang ada belum tertangani dengan baik.

Persoalan itu baik menyangkut kwalitas tenaga pendidik, masalah kekerasan seksual  terhadap siswa, maraknya praktik Pungli di sekolah yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan sekelumit masalah lainnya. “Jika pendidikan di Lotim tidak direalisasikan dengan maksimal. Maka ini akan berdampak pada perkembangan wajah pendidikan yang masih jauh dari harapan,” kata Syahrul Irwan, Koorlap aksi.

Pendidikan katanya, merupakan tonggak kemajuan sebuah bangsa. Maju tidaknya sistem pendidikan yang ada, itu sangat mempengaruhi perkembangan bangsa itu sendiri.

Namun realitanya, kondisi pendidikan saat ini, terutama di Lotim masih jauh dari yang diharapkan. Hal itu dibuktikan dengan maraknya kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru, termasuk juga tingginya kasus pernikahan dini di kalangan pelajar.

“Ini membuktikan, bahwa pemerintah gagal meng cover tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003,” terangnya.

Selain itu, mereka juga menyoal janji politik Bupati Lotim, Ali BD. Tiga hal poin utama dalam janji politiknya yang tertuang dalam Dasa Karya Dharma, belum sepenuhnya ditepatI.

Ketiga hal itu menyangkut janji untuk memprioritaskan anak yatim piatu dan masyarakat miskin, memberantas korupsi, dan janjinya untuk memberikan keadilan yang merata bagi masyarakat Lotim.

“Itu semua belum mampu dilaksanakan. Ini dilihat dari meningkatnya angka putus sekolah di Lotim. Mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar hingga SMA,” bebernya.

Persoalan lainya, mereka juga menyorot  praktik Pungli Bantuan untuk Warga Miskin (BSM) yang terjadi di beberapa sekolah. Untuk itu, dalam momen Hardiknas, mereka menuntut disisa masa jabatanya, Bupati Lotim diminta supaya segera merealisasikan semua janji politiknya.

Kemudian peningkatan mutu para guru, dan meminta dinas terkait agar mengawal penuh pembagian bantuan BSM untuk siswa tidak mampu. “Dan juga  menganggarkan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu,” pintanya.

Sementara itu, Asiten I Setdakab Lotim, Juani Taufik saat menemui para demostran mengatakan, ada beberapa hal yang masih harus ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah terkait dengan pendidikan di Lotim. Karena berbagai masalah yang ada, bukan hanya disebabkan karena kebijakan, namun juga dalam pelaksanaanya. Salah satunya terkait dengan kasus dugaan Pungli di sekolah.

“Apa yang disampaikan ini akan menjadi evaluasi kami. Sementara terkait dengan Pungli BSM, tim Saber Pungli yang telah dibentuk juga sudah mulai bekerja,” sebutnya.

Sedangkan untuk sejumlah hal lainnya, yang disampaikan dan menjadikan masukan dari para demostran, semuanya akan disampaikan langsung ke Bupati. “Semua ide dan masukan dari kalian itu sebagai bentuk control,” tutupnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid