Perhitungan Kerugian Banjir Waringin Masih Berjalan

Perhitungan Kerugian Banjir Waringin Masih Berjalan
RUSAK: Banjir yang menerjang Desa Waringin, Kecamatan Wanasaba, Lotim, beberapa hari lalu juga telah merusak usaha wisata pemandian milik warga. (DOK/RADAR LOMBOK)
Advertisement

SELONG—Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) belum selesai melakukan perhitungan kerugian akibat banjir yang terjadi di Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, beberapa hari lalu. Banjir tersebut telah menyebabkan sekitar empat hektar lahan pertanian mengalami kerusakan, termasuk jembatan.

Sebelumnya, BPBD Lotim dan Dinas Pertanian Lotim juga telah turun melakukan pendataan ke lokasi banjir. Pendataan yang dilakukan itu untuk mengetahui nilai riil kerugian yang ditimbulkan. Dan proses perhitungan kerugian sendiri, sampai saat ini masih sedang dilakukan.

“Kerusakan yang terjadi berupa lahan pertanian masyarakat  kurang lebih sekitar empat hektar dan jembatan,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Lotim, M. Takdir Ilahi, Kamis kemarin (25/1).

BACA JUGA :  Tertimpa Tower, Tiga Pekerja Tewas

Hasil perhitungan kerugian ini lanjutnya, nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam  menentukan berapa besar biaya untuk  perbaikan. “Kalau kita sih, nanti akan kita bantu untuk melakukan perbaikan,” kata dia.

Tidak hanya perbaikan kerusakan banjir di Desa Waringin saja, namun perbaikan juga akan dilakukan terhadap kerusakan sejumlah rumah warga yang telah diterjang banjir bandang sebelumnya di tiga kecamatan di wilayah Selatan Lotim beberapa waktu lalu.

Mereka sebelumnya juga telah mengusulkan nilai kerugian yang ditimbulkan  akibat banjir bandang di wilayah itu ke pemerintah pusat. Dan kini mereka masih menunggu jawaban dari pusat. “Awal Januari kita sudah ke Jakarta untuk menanyakan hal itu. Memang programnya sudah masuk di pusat,” bebernya.

Perbaikan sendiri akan dilakukan terhadap sejumlah infrastruktur yang rusak. Baik itu jembatan, jalan, dan sejumlah infrastruktur lainya. Termasuk perbaikan terhadap sejumlah rumah warga. “Termasuk anggaran perbaikan infrastruktur di Sambelia yang juga pernah diterjang banjir tahun lalu,” sebutnya.

BACA JUGA :  NTB Tidak Terdampak Erupsi Gunung Agung

Terkait dengan perbaikan itu, semua pihak diminta supaya sabar menunggu. Yang jelas, perbaikan sendiri diupayakan bisa dilakukan tahun ini. Tapi semua tentu butuh proses. Terlebih lagi ini menyangkut soal anggaran, sehingga proses penyelesaian administrasi membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Nilai kerugian yang kita usulkan itu sebesar Rp 43  miliar. Itu perhitungan kerusakan jembatan, jalan, rumah warga dan sejumlah infrastruktur yang lain,” tutupnya. (lie)