Peredaran Uang Palsu di KLU Masuk Jaringan Nasional

BONGKAR: Polres Lombok Utara dan Polda NTB bekerja sama membongkar jaringan uang palsu.(IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Polres KLU dan Polda NTB bekerja sama mengungkap jaringan peredaran uang palsu (upal) di KLU. Pasalnya, upal tersebut dipasok dari Pulau Jawa yang masuk jaringan nasional.

“Kita bekerja sama dengan Polda NTB untuk mengungkap jaringan upal, karena kita duga melibatkan jaringan nasional,” ungkap Kasat Reskrim Polres KLU IPTU I Made Sukadana kepada Radar Lombok, Rabu (2/2).

Peredaran upal yang melibatkan dua pelaku dari KLU ini sudah sangat terencana, dengan modus jualan sayur keliling. Tak tanggung-tanggung, dalam sehari diedarkan Rp 500 ribu per orang, dengan cara diselipkan di antara uang asli. Para pelaku sendiri mengharapkan kembalian berupa uang asli untuk mendapatkan keuntungan. “Pelaku mampu mendapatkan jaringan pembuatan upal di Pulau Jawa. Makanya kita akan ungkap jaringannya,” terangnya.

BACA JUGA :  Pengedar Antar Provinsi Ini Sembunyikan Sabu di Perut Lewat Dubur

Saat ini lanjutnya, pemeriksaan terhadap kedua pelaku masih terus dilakukan untuk membuka jaringan. Pihaknya berharap secepatnya bisa mengungkap jaringan nasional ini.

BACA JUGA :  Sembilan Pelaku Kriminal Diringkus

Untuk sementara, sesuai pengakuan kedua pelaku, mereka memesan upal melalui Facebook. Setelah sepakat harga pembayarannya, kemudian upal pesanan dikirim melalui J&T Express dengan sistem COD. Paket yang berisikan Rp 12 juta itu terdiri dari 120 lembar pecahan Rp 50 ribu dan sebanyak 60 lembar pecahan uang Rp 100 ribu. Upal Rp 12 juta itu dibeli dengan harga Rp 800 ribu. (flo)