Percepat Vaksinasi Sektor Industri Jasa Keuangan

Sebanyak 2.200 Pegawai, Keluarga dan Nasabah LJK NTB Divaksin

VAKSINASI LJK : Kepala OJK NTB Rico Rinaldy ikut divaksin oleh petugas dari RS Mata NTB dalam program Vaksinasi Bersama Sektor Industri Jasa Keuangan NTB, Sabtu (24/7). (LUKMAN HAKIM / RADAR LOMBOK )

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng lembaga jasa keuangan (LJK) di NTB melaksanakan vaksinasi bagi pegawai, keluarga dan nasabah industri jasa keuangan untuk penyuntikan dosis pertama selama dua hari, Sabtu – Minggu (24-25 Juli) tahun 2021. Sebanyak 2.200 orang pegawai bersama keluarga dan nasabah, serta masyarakat ndustri jasa keuangan mengikuti vaksinasi dosis pertama yang bertempat di Gedung Al Ikhsan, Ampenan, Sabtu –Minggu (24-25 Juli), kemarin.

OJK NTB melibatkan tim vaksinator Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Rumah Sakit Mata Pemprov NTB untuk menyuntikkan vaksin dosis pertama menggunakan vaksin Sinovak. Untuk di hari pertama, Sabtu (24/7) sebanyak 1.100 orang pegawai IJK, baik itu perbankan, finance, asuransi, PNM dan lainnya terkait lembaga keuangan di Pulau Lombok divaksin yang dimulai pukul 09.00 Wita hingga 16.00 Wita.

Selanjutnya, pada Minggu (25/7) sebanyak 1.100 orang pegawai industri keuangan, bersama keluarga dan nasabah divaksin yang dimulai pukul 09.00 Wita hingga 16.00 Wita. Bahkan, Kepala OJK NTB Rico Rinaldy menjadi orang yang pertama divaksin dalam kegiatan vaksinasi bersama LJK NTB, Sabtu (24/7).

“Alhamdulillah, pelaksanaan vaksinasi OJK bersama LJK dan juga Bank Indonesia (BI) NTB berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” kata Rico Rinaldy.

BACA JUGA :  Malam Pergantian Tahun, Pecinta Gus Dur Gelar Doa Bersama

Dalam pembukaan program vaksinasi bersama sektor jasa keuangan NTB tersebut, hadir juga Sekretaris Daerah NTB H Lalu Gita Ariadi, Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr H Lalu Hamzy Fikri, beserta jajaran OJK NTB.

Rico mengatakan, industri keuangan merupakan sektor essensial yang menjadi prioritas dalam vaksinasi, serta menjadi lembaga yang tidak bisa secara penuh melaksanakan program Work From Home (WFH), karena harus bersentuhan langsung dengan masyarakat, dalam hal ini nasabah. Oleh karena itu, program vaksinasi bagi pegawai, keluarga dan nasabah LJK ini menjadi prioritas dalam rangka menggerakan roda perekonomian masyarakat di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Darurat di masa pandemi Covid-19.

“Industri  keuangan ini sektor strategis yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Karena itu, vaksinasi bagi pegawai, keluarga dan nasabah LJK ini sebagai upaya untuk mempercepat ‘herd immunity’, sehingga ekonomi kembali pulih dan bangkit,” harapnya.

Adapun proses vaksinasi di hari pertama maupun hari kedua, setiap satu jam, petugas vaksinator dari Rumah Sakit Mataram NTB menyuntik vaksin 200 orang, sehingga dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita selama sehari bisa melakukan vaksinasi kepada 1.100 orang.

BACA JUGA :  Taman Loang Baloq Diterjang Air Pasang

“Untuk tahap pertama ini diikuti 2.200 orang LJK se Pulau Lombok. Untuk tahap kedua nanti juga akan dilaksanakan bagi LJK di Pulau Sumbawa, agar herd immunity bisa segera tercapai,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji mengatakan, percepatan vaksinasi bagi industri jasa keuangan ini sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah maupun nasional. Program vaksinasi ini merupakan bukti OJK bersama BI, dan industri jasa keuangan di NTB mendukung pemerintah pusat dalam mempercepat target pembentukan kekebalan komunitas di seluruh lapisan masyarakat sesuai target yaitu pada November tahun ini.

“Kesinambungan dukungan percepatan proses vaksinasi dan konsistensipenerapan protokol covid-19 sangat diperlukan sebagai prasyarat pemulihan ekonomi daerah,” katanya.

Kecepatan dan keberhasilan dari vaksinasi Covid-19 akan sangat menentukan upaya pemulihan ekonomi nasional khususnya di NTB. karena setelah terbentuk herd immunity, maka perekonomian masyarakat akan kembali bergerak sejalan dengan terbukanya mobilitas masyarakat.

“Industri Jasa Keuangan dipilih sebagai salah satu sentra vaksinasi Covid-19, karena memiliki jaringan dan cakupan wilayah yang luas, serta jumlah nasabah

yang besar sehingga dapat mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat,” ungkapnya. (luk)