Perbaikan Lima Jembatan Habiskan Rp 1,2 Miliar

DIPERBAIKI : Sejumlah jembatan yang rusak akibat banjir di akhir tahun 2022 telah mulai diperbaiki. (Dok/Radar Lombok)

SELONG – Lima jembatan yang rusak akibat bencana banjir yang terjadi di tahun 2022 lalu telah mulai diperbaiki. Perbaikan lima jembatan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar.

Anggaran perbaikan jembatan tersebut bersumber dari Dana Tidak Terduga (DTT). Perbaikan jembatan itu sebagiannya kini masih dalam proses pengerjaan dan diupayakan akan tuntas dalam waktu dekat ini.”Dari sekitar tujuh jembatan rusak, lima di antaranya dalam proses perbaikan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur Lalu Muliadi.

Salah satunya adalah jembatan penghubung di Desa Pringgasela  Timur Kecamatan Pringgasela. Bahkan jembatan tersebut kini telah mulai digunakan oleh warga.” Perbaikan jembatan ini telah kita mulai awal Februari lalu. Perbaikan kita lakukan bersama warga setempat bergotong-royong melakukan pengecoran plat jembatan,” ungkapnya.

Selain jembatan Pringgasela perbaikan juga dilakukan terhadap jembatan Marang di Desa Kotaraja. Jembatan telah mulai digunakan oleh warga. Selanjutnya  yaitu jembatan di Tete Batu Selatan dan keempat Jembatan Lingkung di Desa Tete Batu. Terakhir jembatan Presak Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading.“Jadi jembatan yang di Lendang Belo ini sudah mulai dikerjakan awal Februari lalu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Proyek Kolam Labuh Labuhan Haji, Jaksa Belum Pikirkan Sidand In Absentia

Dari kelima jembatan tersebut, tersisa dua jembatan yang belum dapat ditangani. Jembatan itu adalah jembatan Ulem Ulem di Desa Tete Batu dan jembatan yang menghubungkan Desa Tete Batu dengan Jeruk Manis. Kata Muliadi, kedua jembatan itu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Anggaran perbaikan dua jembatan itu telah diajukan ke BNPB. Menurut Muliadi, permintaan bantuan perbaikan telah diajukan akhir tahun lalu.”Semoga segera keluar. Karena jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” sebutnya.

Baca Juga :  Jerowaru dan Menceh Punya Perdes Perlindungan Anak

Perbaikan yang bersumber dari dana tak terduga APBD 2023 ini sendiri diajukan untuk perbaikan lima jembatan dan tanggul. Totalnya sebanyak 10 paket dengan total anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Dijelaskan, proses pengerjaan perbaikan dilakukan bersama masyarakat. Hal ini mengacu pada kebutuhan di lapangan. Di mana keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. “Karena masyarakat yang lebih tahu kondisi di sana dan apa yang mereka butuhkan,” terangnya.

Prioritas BPBD Lotim sendiri dalam rehab fasilitas umum tersebut adalah sesegera mungkin dapat mengembalikan fungsinya. Apalagi jika melihat jembatan sebagai akses utama penghubung masyarakat. Di mana dampak putusnya akses jalan penghubung tersebut dirasa sangat besar terhadap pendidikan, kesehatan, dan terutama ekonomi masyarakat.(lie)

Komentar Anda