Perbaikan Irigasi Diupayakan Segera Dieksekusi

ILUSTRASI DANA DAK

SELONG—Tahun ini, Bidang Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang Lombok Timur, mendapatkan gelontoran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 12,5 miliar melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera). Anggaran ini akan dialokasikan untuk perbaikan saluran irigasi lahan pertanian untuk daerah irigasi (DI) di dua kecamatan di Lotim, Kecamatan Labuan Haji dan Sakra Timur.

Anggaran yang sudah disiapkan kini diupayakan pertengahan tahun sudah bisa dieksekusi. Pihak pengairan pun sudah mulai turun melakukan sosialiasi ke masyarakat. Terutama masyarakat yang akan terkena imbas dari proyek irigasi ini.

“Kita berusaha semaksimal mungkin, agar hasil panen petani bisa lebih bagus,” ungkap Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang Lotim , Sosiawan Putraji, Rabu (25/1).

Dalam pelaksanaannya nanti lanjut dia, tinggal bagaimana pengaturan dan sinergi pihak terkait, terutama pengamat pengairan dengan petugas lainnya yang ada di lapangan. “Makanya melakukan pendekatan sosial ke masyarakat. Karena tidak menutup kemungkinan akan ada hal-hal kecil yang akan terjadi,” sebut dia.

[postingan number=3 tag=irigasi”]

Dijelaskan, anggaran Rp. 12,5 miliar untuk DI akan terbagi dalam lima paket proyek. Sebagian paketnya berada di Kecamatan Labuan Haji, sisanya lagi berada di Kecamatan Sakra Timur. Namun proyek terbanyak ada di wilayah Sakra Timur. “Karena dua wilayah sebelumnya mengalami bencana kekeringan. Ini yang menjadi prioritas,” lanjut dia.

Semua teknis dana, pelaksaannya saat sudah disusun dalam perencanaan. Selanjutnya hasil perencanaan tersebut akan dilakukan review kembali bersama tim yang ada sebagai gambaran untuk menyusun perkiraan harga. “Karena itu semua akan menjadi pertimbangan ketika melakukan review,” terang dia.

Jika semua tahapan awal sudah tuntas dilakukan. Diupayakan proyek irigasi bisa secepatnya ditender. Diperkirakan proses tender sudah bisa dilakukan sekitar bulan Februari mendatang. “Kita punya target triwulan pertama proses tender sudah rampung,” janjinya.

Selain dengan masyarakat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BWS Provinsi. Hal ini mengingat perbaikan irigasi akan dilakukan sampai hulu hingga ke hilir. Termasuk berkaitan dengan pembuatan irigasi yang akan berhubungan langsung dengan Dam Pandandure.

“Semuanya sudah terinci, terutama terkait budgetnya untuk perbaikan irigasi di dua kecamatan ini. Target eksekusinya, di triwulan kedua sudah bisa kita mulai action,” tandas Putraji. (lie)