Perbaikan Dermaga Trawangan Belum Jelas

Perbaikan Dermaga Trawangan Belum Jelas
SAMBUT: Keindahan Kawasan Wisata Gili Trawangan bakal menyambut kedatangan peserta IMF-World Bank Oktober mendatang. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG—Gelaran Annual Meeting IMF-World Bank tinggal dua bulan lagi di Bali. Gili Trawangan kecipratan untuk dikunjungi bankir kelas dunia itu pada Oktober nanti.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI sempat meninjau Gili Trawangan beberapa waktu lalu. Dia kemudian menjanjikan perbaikan dermaga Gili Trawangan dengan anggaran Rp 10 miliar. Namun hingga kini masih belum jelas. Padahal Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU sudah mengekspos ke pusat. “Perbaikan Dermaga Gili Trawangan belum ada informasinya sampai sekarang, memang tinggal dua bulan perhelatan IMF,” kata Kepala Dishublutkan KLU Agus Tisno kepada Radar Lombok, Ahad (5/8).

BACA JUGA: Ribuan Wisatawan Gili Dievakuasi

Acara yang digelar selama tujuh hari pada Oktober itu, dipastikan akan ke Gili Trawangan. Tidak ada informasi perubahan jadwal sampai saat ini. Untuk mendapatkan kejelasan perbaikan demaga tersebut, Agus berencana akan berangkat ke Jakarta pekan depan.

Ditegaskan Agus, sebelumnya Menhub berencana membangun dermaga. Namun terdapat beberapa pertimbangan tim teknis pusat antara lain waktu tender. Jika mengejar waktu yang tinggal empat bulan dengan medan lokasi kegiatan dan anggaran cukup besar, maka tidak akan bisa tercapai. Sementara kebutuhan dermaga dibutuhkan pada Oktober.

Mempertimbangkan kondisi itu, Kemenhub secara teknis telah memutuskan merehab terlebih dahulu areal pelabuhan tersebut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pihak Kemenhub dan anggaran sudah disiapkan. “Solusi yang diberikan merehab sementara untuk kegiatan,” terangnya.

Perubahan fisik total akan dilaksanakan tahun depan, dipastikan anggaran sudah disiapkan karena tahun ini sudah ada desain detailnya. Nilai anggaran yang diberikan sekarang bisa jadi bertambah sesuai kajian yang dilakukan nanti.

Pembangunan dermaga tidak akan berpengaruh terhadap kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank. Dipastikan kegiatan tersebut akan berjalan maksimal dan normal sesuai agenda yang telah ditetapkan pusat.

Sementara menyangkut gedung dan lain-lain tidak ada ruang alokasi khusus. Pihak Menhub menginginkan supaya dermaga bersifat paten dengan panjang kurang lebih 100 meter. “Pak Menteri minta dermaganya harus megah tetapi kita tidak akan merusak bangunan yang sudah ada. Nanti tinggal disambung saja sekitar 100 meter,” jelasnya. (flo)