Perayaan Bau Nyale Lombok Tengah Diselenggarakan Sebulan Penuh

Bau Nyale
Bau Nyale (DOK)

PRAYA – Pelaksanaan pesta rakyat bau nyale dipastikan lebih meriah dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil rapat persiapan Pemkab Lombok Tengah, perayaan bau nyale rencananya akan dimeriahkan selama sebulan penuh. Dalam memeriahkan event tahunan itu, nantinya selama sebulan akan dilakukan berbagai kegiatan baik dari lomba serta memperkenalkan budaya dan tradisi masyarakat Sasak. ‘’Intinya tidak ada kubu-kubuan dan akan kinyalea lakukan rapat kembali dalam menentukan waktu yang akan kita gunakan,” kata Sekda Lombok Tengah HM Nursiah usai rapat penunjukan panitia di Alun-Alun Tastura Praya, Jumat kemarin (26/1).

BACA JUGA :  Puncak Bau Nyale Ditetapkan Hari Ini

Nursiah yang ditunjuk menjadi ketua panitia menambahkan, dalam kegiatan itu tidak istiilah kubu-kubuan atau blok yang membuat perpecahan dalam pelaksanaan pesta rakyat yang sudah menjadi event nasional itu. Perayaan bau nyale tahun ini akan dikemas dengan Bulan Pesona Bau Nyale. Sehingga hal itu dipastikan akan lebih meriah dengan mengisi berbagai kegiataaan. Baik yang sudah direncanakan oleh pemda maupun pemerintah provinsi. “Banyak lomba yang berkaitan dengan potensi pariwisata pantai seperti voli pantai dan banyak lainya,” jelasnya.

Dijelaskan juga, dalam perayaan bau nyale itu dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret mendatang. Bahkan, pemkab sendiri berencana untuk mengundang langsung Presiden RI Joko Widodo dalam pesta rakyat itu. “Kita akan terus matangkan persiapan. Yang jelas saat ini sudah tidak ada kubu yang satu dengan kubu yang lainya. Karena kita akan melaksanakanya selama sebulan,” tegasnya.

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT dalam kesempatan itu juga berharap kepada semua masyarakat agar ikut berpartisipasi memeriahkan bau nyale. Tidak ada lagi perbedaan yang membuat perayaan bau nyale terkesan sebagai hal yang tidak istimewa. “Bau nyale tahun ini, bulan Februari akan dijadikan pembukaanya dan Maret akan dijadikan penutupan. Sehingga rangkaianya sangat panjang,” tambahnya.

BACA JUGA :  Abaikan Hasil ‘Sangkep Warige’, Waktu Bau Nyale Warga dengan Pemda Beda?

Untuk itu, bupati meminta jangan sampai adanya perbedaan waktu pelaksanaan bau nyale antarkelompok warga membuat perpecahan. Karena esensi dari kegiatan bau nyale adalah untuk mempertahankan tradisi yang dilaksanakan turun temurun. “Jadi kalau peresiden datang maka selama sebulan kegiatan itu harus kita sambut dengan meriah,” imbuhnya.

Ditimpali Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah H Lalu Herdan, dalam kegiatan bau nyale tahun 2018 ini melibat pemerintah daerah hingga pusat. Beberapa kegiatan akan ditangani langsung kementerian dan pemda. “Dari kementerian sebenarnya melaksanakan bau nyale itu pada Maret. Hanya saja karena ada perbedaan di daerah sehingga kita buat selama sebulan penuh yang kita kemas dengan pesona bau nyale,” timpalnya. (cr-met)