Perawat dan Polisi Kampanyekan Tertib Lalin

BERI BUNGA : Kasat Lantas Polres Lombok Utara Iptu Agus Pujianto bersama para perawat memberikan bunga kepada pengendara yang tertib berlalu lintas sebagai bentuk apreasi telah mentaati berlalu lintas (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) Lombok Utara bersama Sat Lantas Polres Lombok Utara melaksanakan operasi simpatik minggu ketiga dengan bagi-bagi bunga ke pengendara yang melintas di jalur protokoler pemerintah kabupaten Lombok Utara tepatnya depan Mapolres Lombok Utara, Jumat (17/3).

Kegiatan ini sebagai salah satu syiar menyadarkan masyarakat akan keselamatan sesuai tema HUT PPNI ke 43 tahun yakni gerakan perawat mendukung masyarakat sehat. “Ini salah satu kegiatan kami di PPNI untuk mensyiarkan keberadaan kami ditengah-tengah masyarakat Lombok Utara. Dengan gerakan berbagi bunga ini sebagai tanda bahwa perawat itu lembut dalam memberikan pelayanan. Di samping juga, menghimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan dalam berkendara dengan mematuhi peraturan berlalu lintas,” terang Ketua DPD PPNI Lombok Utara, Sukamto SKep Ners.

[postingan number=3 tag=”klu”]

Pemberian bunga sebagai bentuk kelembutan perawat dalam memberikan perawat kepada pasien. Dengan keterlibatan sadar berlalu lintas maka para pengendara yang mengalami kecelakaan semakin berkurang. “Kita ingin terlibat memberikan penyadaran berlalu lintas juga,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lombok Utara Iptu Agus Pujianto menyatakan, pihaknya bersama rekan-rekan perawat untuk bersinergitas dalam menjalankan lalu lintas. Di samping memberikan himbauan tertib lalu lintas, bagi para pengendara yang lengkap baik surat-surat kendaraan, kondisi kendaraan maupun helm maka akan diberikan bunga sebagai tanda ucapan terima kasih telah taat aturan,” terangnya.

Kegiatan operasi simpatik yang telah masuk minggu ketiga ini untuk mengejarkan himbaun pelanggaran lalu lintas. Karena angka kecelakaan di Lombok Utara pada tahun kemarin cukup tinggi, namun setelah terbentuknya Polres dan razia-razia diintensifkan maka angka kecelakaan mulai dari bulan Januari hingga Maret baru tercatat dua lakalantas. “Pada tahun ini kami upayakan pemahaman sadar hukun berlalu lintas dan tidak kebut-kebutan dalam berkendara,” katanya.

Sejak hari pertama hingga memasuki hari-hari terakhir ini, pihaknya sudah melaksanakan operasi simpatik di masing-masing kecamatan yang ada mulai dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan. Pelanggaran lalu lintas masih pada kisaran 40 persen baik surat-surat kendaraan maupun helm. Setelah pelaksanaan operasi simpatik ini diharapkan masyarakat sadar hukum berlalu lintas hingga bisa menekan kecelakaan lalu lintas. “Yang paling banyak tidak adanya SIM alasannya untuk membuat masih jauh harus ke Polres Lombok Barat. Sedangkan, plat mati karena harus mengubah plat ke Samsat Mataram sementara pembayaran pajak bisa di Samsat Tanjung,” tandasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid