Peras Kekasih dengan Video Bugil, Fahir Segera Diadili

Kompol Kadek Adi Budi Astawa (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Fahir (39) yang merupakan tersangka pemerasan terhadap kekasihnya segera diadili.

Penyidik Sat Reskrim Polresta Mataram telah melimpahkan tersangka bersama barang bukti  ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mataram. “Berkasnya sudah P21 (lengkap) dan dilanjutkan dengan tahap dua kemarin,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Kadek Adi Budi Astawa, Jumat (5/2).

Untuk tersangka tetap ditahan hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri Mataram selesai. Penahanannya untuk sementara tetap di Polresta Mataram karena lembaga pemasyarakatan (lapas) belum menerima tahanan selama pandemi. “Penahanan tetap di sini tetapi statusnya adalah tahanan jaksa. Sifatnya dititip,” jelasnya.

Dalam kasus ini Fahir dijerat Pasal 45 ayat (14) Jo Pasal 27 ayat (4) UU RI No 19 Tahun 16 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik  atau Pasal 3069 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal selama 6 tahun. Adapun korbannya dalam kasus ini yaitu seorang wanita asal Medan berinisial NB (56).

Korban diperas oleh pelaku dengan cara diancam video bugilnya akan disebarkan ke media sosial  jika uang yang diminta tidak diberikan. Korban yang tak berdaya akhirnya menuruti keinginan pelaku. Total uang yang ditransfer mencapai sekitar Rp 150 Juta.

Kronologis kejadiannya bermula ketika pelaku dan korban ini berkenalan dari media sosial pada Oktober 2019. Setelah komunikasi lancar, keduanya kemudian memutuskan bertemu di Mataram pada November 2019. Saat pertama kali bertemu tersebut, korban meminta pelaku untuk ditemani jalan-jalan seputar Kota Mataram. Saat di perjalanan korban sempat berhenti di pinggir jalan untuk buang air kecil. Saat buang air kecil tersebut pelaku merekamnya. Rekaman tersebut kemudian digunakan pelaku untuk memeras korban. Selain video bugil ketika buang air kecil, pelaku juga mengancam korban dengan rekaman video call. Di mana saat itu korban diminta bugil oleh pelaku dan kemudian direkam. (der)