Hendak Kabur, Perampok Sadis Asal Lombok Timur Ditembak Polisi

Perampok Sadis
PERAMPOK: Operasi Jaran Gatarin, Polres Lotim kembali berhasil membekuk perampok sadis, MH, alias Gemuh, alias Muh, yang akhirnya ditembak betisnya karena hendak melarikan diri. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Tim Operasi Jaran Gatarin 2018 Polres Lombok Timur (Lotim) kembali melakukan penangkapan terhadap seorang terduga perampok sadis, yang tak segan melukai korbannya. Satu pelaku yang ditangkap polisi berinisial MH, alias Gemuh, alias Muh (21), warga Dusun Pegondang, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lotim.

Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Joko Tamtomo, mengatakan pelaku telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan di lima tempat kejadian perkara (TKP). Salah satu TKP, pelaku bersama enam orang temannya, beraksi pada malam hari dengan cara mendobrak pintu, kemudian langsung menebas korban dengan parang. Mereka kemudian mengambil barang berharga di rumah korban.

“Pelaku ditangkap di Sakra pada hari Sabtu (27/1), sekitar pukul 13.00 Wita. Namun pada saat pelaku dibawa untuk menunjukan di mana rekannya berada, pelaku memberontak dan melarikan diri. Tembakan peringatan tak digubris pelaku, sehingga polisi akhirnya menembak betis kanan pelaku,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tiga Tahun Buron, Pelaku Tabrak Lari Ditangkap

Dikatakan, pelaku merupakan spesialis Curas di wilayah Lotim. Saat ini tiga orang rekannya masih diburu polisi. Sementara satu rekannya bernama Disah, sebelumnya telah meninggal dunia akibat ditembak polisi.

Disah juga menjadi pelaku perampokan sadis di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, yang mengakibatkan korbannya terbunuh. Sehingga pihak kepolisian pun memberikan atensi pada kasus yang tergolong sadis ini. “Sedangkan satu orang lagi rekan pelaku beserta satu penadah barang curian sudah diproses hukum, dan saat ini berada di Rutan Selong,” paparnya.

Dari pelaku MH, polisi berhasil menyita barang bukti berupa Honda Scoopy, Honda Beat, dan Satria FU (yang digunakan beraksi). Selain itu juga terdapat 8 buah sarung, 1 parang milik korban, 1 buah parang yang digunakan saat beraksi, senter korban, senter yang digunakan pelaku, dan jaket milik korban.

“Lima laporan kepolisian telah masuk, dan pelaku telah beraksi di lima TKP. Untuk yang dua TKP, para pelaku mencongkel jendela rumah korban, di mana saat itu korban sedang tidur,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut