Perajin Tikar Tradisional Pandan Minim Perhatian Pemda

“Kalau tidak ada pesanan hanya ya diam dirumah,” ucap Senah.

Untuk harga beli bahan baku daun pandan mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 per kebun. Omzetnya selama sebulan tidak terlalu banyak, hanya sekitar Rp200.000, itupun jarang, karena pemesanny dari konsumen terkadang ada terkadang sedikit. Karena banyaknya saingan dari tikar modern zaman sekarang yang lebih diminati masyarakat, seperti tikar plastik.

Meski kalah saing dengan keberadaan tikar paltik produksi pabrikan, Senah mengaku tetap konsisten memproduksi tikar berbahan baku daun pandan. Pasalnya, hanya usaha kerajinan produk tikar daun pandan inilah yang menjadi mata pencahariannya sehari-hari termasuk melibatkan pekerja dari tetangganya untuk ikut memproduksi tikar daun pandan. Terlebih lagi, usaha membuat tikar pandan juga merupakan usaha dan warisan dari keluarga leluhurnya secara turun temurun.

”Walaupun pelanggan sepi, tetapi saya akan tetap bertahan. Saya tetap mempertahankan usaha kakek buyut secara turun temurun,” pungkasnya. (cr-isn)