Perajin Didorong Hasilkan Produk Khas Daerah

MATARAM—Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menunjuk dua pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk mewakili Provinsi NTB di tingkat nasional, dalam even pameran industri kerajinan bulan Oktober mendatang. Kedua pelaku UKM asal Pulau Lombok itu ditunjuk, karena produk kerajinan mereka dinilai memiliki kekhasan dan keunikan sebagai produk kerajinan lokal NTB.

“Tim penilai dari Kemendag telah menetapkan dua UKM yang mewakili NTB di pameran Trade Expo di Kemayoran Jakarta,” kata Kepala Balai Pengembangan, Pelatihan Produk ekspor Daerah (BP3ED) Disperindag Provinsi NTB, Muhamad Taufik Rahman di Mataram, Senin (30//5).

Tim dari Kemendag RI menurunkan ahli desainer produk kerajinan untuk melakukan ferivikasi ke sejumlah perajin. Sebanyak lima perajin berbagai produk ditinjau langsung untuk melihat produk yang dihasilkan, seperti UD Lombok Natural di Kota Mataram dengan kerajinan produk buah kering, KUB Bambu Cerah dari KLU dengan produk anyaman bambu, Purnama Shop dari Kabupaten Loteng dengan produk kerajinan kap lampu yang terbuat dari bambu dan kayu lainnya, Indocraft and Natural dari Kabupaten Lobar dengan produk kerajinan buah kering, dan UD Tereng Gading dari Desa Loyok, Sikur, Lombok Timur dengan produk kerajinan berbagai anyaman bambu.

Taufik mengatakan, dari lima UKM yang diseleksi, Kemendag menetapkan hanya dua UKM yang lulus seleksi, untuk kemudian mengikuti program Desaigner Dispatch Service (DDS). DDS dari Kemendag ini merupakan program pendampingan dan pembinaan kepada pelaku UKM dalam desain produk yang mereka hasilkan hingga tembus pasar ekspor.

Selama pendampingan DDS, sambung Taufik, kedua UKM ini, yakni Purnama Shop dari Lombok Tengah dan UD Tereng Gading dari Sikur Lombok Timur, akan didampingi serta diberikan berbagai teknologi dalam meningatkan kualitas produk mereka.

Selain itu, dalam produk yang dihasilkan desainer lebih mengutamakan kedua pelaku UKM ini membuat kerajinan yang memiliki keunikan dan etnik yang khusus sesuai dengan daerah Lombok dan NTB. Sehingga hasil produk etniknya itu tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia, bahkan dunia. Dengan demikian akan menarik perhatian konsumen. “Produk yang dihasilkan pelaku UKM ini lebih kepada etnik dan khas daerah,” ujarnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid