Peradi NTB Gelar PKPA di FH UMMAT

Mendidik Calon Advokat Berkualitas

PENDIDIKAN : Ketua PERADI Mataram-NTB, Dr. Asmuni (tengah pakai jas hitam) bersama peserta seusai pembukaan secara resmi PKPA di FH UMMAT, Kamis (22/8). (asmuni for radarlombok.co.id)

MATARAM—Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Mataram kembali melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) berkerja sama dengan Fakultas Hukum (FH) Universiatas Muhammadiyah Mataram (Ummat) selama tiga pekan, setiap Jumat, Sabtu, Minggu di FH UMMAT. Kegiatan tersebut, sudah berlangsung pada Kamis, (22/8/2019) lalu, sejak dibuka secara resmi.

Ketua Peradi NTB, Dr Asmuni mengatakan tujuan dilakukan PKPA yang diadakan Peradi dan Fakultas Hukum Muhammadiyah Mataram ini untuk mendidik calon advokat yang berkualitas dan mumpuni. “Jadi kami tidak main-main dengan mendatangkan pemateri dari luar,” kata Asmuni ditemui radarlombok.co.id usai memberikan materi di PKPA, Minggu (25/8/2019).

Direktur Asmuni School Law and Public Policy ini mangatakan, pemateri yang didatangkan, diantaranya, termasuk dalam Perhimpunan Ahli Ilmu Tata Tenegara salah satunya, Prof. Dr. Phillipus M. Hadjon, Ahli Perancangan dan Analisa Kontrak dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko serta ada beberapa materi dari luar lainnya.

“Ini yang kita hadirkan dari luar. Dan ada juga kita hadirkan dari Jakarta, yakni termasuk dari BPN Peradi sendiri yang kemungkinan besar dihadiri oleh Prof Dr Otto Hasibuan,” bebernya.

Perserta yang mengikuti PKPA, sekitar 30 orang berasal dari NTB secara keseluruhan, baik dari pulau Lombok mapun Sumbawa. Tentu yang sudah menyelesaikan program studi sarjana hukum di perguruan tinggi, baik swasta maupun dari universitas negeri, sebagai syarat menjadi seorang advokat.

Diakuinya, meski tidak terlalu sering melaksanakan PKPA selama kepemimpinannya, Dr Asmuni mengaku selama menahkodai Peradi Mataram NTB, sebagai ketua baru dua kali melaksanakan acara tersebut. “Saya selama menjabat baru mengadakan dua kali. Pada 2015 jumlah pesertanya 150 orang, dan sekarang pesertanya kurang lebih 30 orang,” sebutnya.

Asmuni mengatakan, pelatihan yang sekarang ini kali terakhir dilaksanakan PKPA. berhubung BPN PERADI menyetop dengan sendirinya, karena ada aturan baru dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Rebuplik Indonesia (Kemenristekdikti), bahwa profesi advokat akan dijadikan sebagai program studi. “Jadi ini adalah PKPA terakhir yang bisa kita laksanakan. Selanjutnya akan dijadikan sebagai program studi,” terangnya.

Karena itu, Dr Asmuni yang merupakan putra kelahiran Lombok Timur ini berharap dan berpesan kepada para peserta yang mengikuti PKPA kali ini, untuk dapat memaksimalkan waktu dengan serius, serta mengikuti dengan sebaik-baiknya. “Gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Hadiri, rajin dan ikuti tes pada tanggal yang nantinya ditentukan oleh Dewan Pembina Nasional Peradi,” pungkas Asmuni. (sal/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid