Penzina dan Pecandu Kembali Terjaring Razia

Penzina dan Pecandu Kembali Terjaring Razia
MESUM: Salah satu pasangan zina yang ditemukan sedang indehoi dalam kamar dalam keadaan setengah telanjang.( DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Petugas gabungan kembali beraksi beroperasi. Mereka dari gabungan Satpol PP Provinsi NTB, BNNP, Polri, dan TNI. Hasilnya pun kembali mencengangkan. Mereka tak kembali dengan tangan hampa.

Setidaknya ada 10 pasangan mesum yang berhasil tertangkap basah. Mereka ditemukan sedang berduaan di kamar kos-kosan maupun di kamar hotel. Waktu pintu kamarnya digedor, beberapa dari mereka harus tergeragap. Mereka ditemukan dalam keadaan setengah telanjang sedang indehoi di dalam kamar.

Setelah dikroscek, ternyata mereka tak punya ikatan sah alias sedang berzina. Mereka hanya melakukan perbuatan terlarang itu atas nama cinta semata tanpa ikatan suami istri. Kegiatan operasi itu sendiri berlangsung dari pukul 22.00 Wita, Sabtu (28/12) hingga pukul 03.00 Wita, Minggu (29/12). ‘’Ada sepuluh pasangan yang terjaring. Mereka ditemukan sedang berduaan di kamar kos dan hotel,’’ beber Kabid Ops Satpol PP Provinsi NTB, Maman, Minggu (29/12).

Pasangan tidak sah ini, sambung dia, terjaring razia berdasarkan informasi masyarakat. Bahwa pasangan ini kerap ditemukan berduaan di dalam kamar tanpa ikatan sah. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti. Ternyata informasi itu tidak meleset.

Di beberapa kos-kosan dan hotel yang dilaporkan, ditemukan pasangan bukan suami istri tengah berduaan di dalam kamar. Mereka yang terjaring razia kemudian digelandang ke kantor Satpol PP Provinsi NTB. Mereka didata untuk kemudian dihubungi keluarganya masing-masing. “Kami sudah menghubungi pihak keluarga. Paling tidak keluarganya mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya. Ini juga sebagai arah pembinaan ke depan lebih baik lagi,” tambah Maman.

Pasangan yang terjaring razia dari bermacam kalangan. Ada yang masih muda-muda dan ada juga yang sudah dewasa dengan status duda dan juga janda. ‘’Semuanya sudah kita data,’’ tandasnya.

Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik menambahkan, sejauh ini beberapa kos-kosan dan hotel di Mataram memang kerap ditemukan sebagai tempat mesum. Pihaknya pun sangat menyayangkan hal itu. “Para orang tua harus lebih mengawasi anak-anaknya,” imbuhnya.

Operasi yang melibatkan ratusan personel gabungan ini tidak hanya menyasar kos-kosan dan hotel yang diduga sebagai sarang prostitusi. Petugas juga menyasar narkotika dan minuman keras (miras). Dari razia itu, ditemukan ada enam orang positif menggunakan narkoba. “Mereka kami temukan di kos dan tempat karaoke,” tambah Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP NTB, Nur Rachmat.

Rincinya yaitu, di salah satu kos-kosan di daerah Pagesangan ditemukan tiga orang positif narkoba. Terdiri dari jenis THC (ganja) satu orang, golongan  morphin satu orang, penyalahgunaan obat gol kodein dan sabu satu orang. Kemudian di tempat karaoke Lombok Plaza Hotel, ditemukan satu orang positif menggunakan sabu dan tempat karaoke Bidari Hotel dua orang positif menggunakan sabu. “Mereka yang positif menggunakan narkoba kami bawa ke kantor BNNP Provinsi NTB untuk diasement,” pungkasnya. (der)