Penyumbang Emas Disiapkan Bonus

(ist)

MATARAM — Para atlet dari kontingen Provinsi NTB terus dipacu kesiapannya untuk bertanding di Pekan

Olahraga Nasional (PON)  Papua 2021. Bagi yang mampu menyumbangkan medali emas, akan diberikan bonus.

Hal itu disampaikan Ketua Kontingen PON NTB, H Mori Hanafi yang juga pimpinan DPRD Provinsi NTB. “Target kita 17 medali emas. Untuk atlet yang

bisa meraih emas, dipastikan akan diberikan bonus.

Kita harapkan atlet fokus latihan sehingga bisa memberikan yang terbaik,” ujar Mori.

Mori berkomitmen untuk mencapai hasil yang maksimal dan sesuai target. Pihaknya terus

memperkuat pelatihan kepada para atlet. “Sebagai persiapan, kita adakan Pelatda (pusat pelatihan daerah), ada juga yang berlatih di pusat. Kenapa begitu pemusatan pelatihan supaya konsentrasi. Semua atlet kita inapkan, gizinya kita atur, menu latihan, pelatih dan atlet disatu tempat,

BACA JUGA :  Karateka NTB Sumbang 4 Medali

jadi kita pastikan kesiapannya,” terangnya.

Disampaikan, PON yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober nanti, maka praktis pihaknya masih memiliki waktu beberapa bulan lagi untuk melakukan persiapan. “Pemberangkatan pertama dari kita sekitar 20 September secara bertahap, karena tidak daya tampung terbatas,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu yang menjadi perhatian cukup serius yakni terkait dengan keamanan para atlet pada saat PON di mulai. Tentu saja tidak ada prestasi seharga nyawa. Namun, Mori memastikan kegiatan PON aman dari situasi tersebut.

BACA JUGA :  Vamos Mataram Juara FPL 2017

Situasi kemanan di daerah Papua belakangan ini kurang kondusif setelah beberapa kali terjadi insiden  konfilik antar pemerintah Indonesia dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. “Soal keamanan dari yang kita pantau, yang sedikit waspada cuma Kabupaten Mimika, itu tempat tambang Freeport. Kalau kita di Kota Jayapura dan kabupaten Jayapura itu aman, disana ramai. Bahkan sudah kita cek di Marauke itu aman. Jadi

kita sangat yakin dengan keamanan, dan itu juga tidak mempengaruhi semangat atlet,” tutup Mori. (zwr)