Penyidik Periksa Belasan Saksi Kasus Kematian Rani

IDENTIFIKASI: Kepolisian saat mengidentifikasi jasad Rani, guru TK di TKP. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Penyebab hilangnya nyawa Haerani atau Rani (22) guru TK yang tinggal di BTN Citra Persada Medas, Blok S Nomor 5, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) terus didalami. Saat ini penyidik Polresta Mataram masih melakukan pemeriksaan keterangan dari berbagai saksi. “Sejauh ini sudah 15 saksi yang dimintai keterangan dan kita akan terus mengambil keterangan lagi,” sebut Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa, Senin (1/8).

Dari belasan saksi yang sudah dimintai keterangan tersebut, di antaranya merupakan tetangga, keluarga dan temannya korban. Selain itu, Kepolisian juga sudah lima kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Sudah empat sampai lima kali olah TKP, tinggal kita tunggu hasil autopsi,” bebernya.

Baca Juga :  Rani Guru TK Dibunuh karena Meminta Tanggung Jawab Pria yang Menghamilinya

Diakui Mustofa, jasad Rani saat ditemukan dengan kondisi wajah yang penuh dengan luka lebam, leher terikat kain. Tidak hanya itu, jasad Rani juga sudah mengeluarkan bau tak sedap. Kendati mendapatkan petunjuk itu, dirinya belum berani memastikan bahwa Rani dibunuh. “Untuk lebih memastikannya, kita masih menunggu hasil autopsi keluar,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, HP korban hilang. Perihal hilangnya HP ini, Kepolisian tengah mencari keberadaannya. “Kita masih mencari beberapa barang yang dikatakan hilang, seperti HP. Itu masih kita cari,” imbuhnya.

Ditegaskan, saat ini masih dilakukan pendalaman, karena masih mencari motif dari penemuan mayat tersebut. Sehingga ia belum berani memastikan apakah ada unsur penganiayaan terhadap korban. Korban sendiri diperkirakan sudah meninggal dua hari setelah jasadnya ditemukan pada Sabtu malam (30/7) itu. “Kita masih menunggu hasil autopsinya keluar,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Rani Guru TK di Gunungsari Ini Minta Maaf

Sementara itu, Nana tetangga korban mengaku tidak tahu persis kejadian yang menimpa korban. Hanya saja, pada Rabu (27/7) siang atau dua hari sebelum mayat korban ditemukan, ia mendengar adanya suara benturan di tembok. Namun dia tidak terlalu menggubris suara tersebut, karena berpikir itu hanyalah suara tetangga sebelah yang tengah memotong sesuatu untuk dimasak.

Korban yang tinggal sendiri itu ditemukan oleh ibunya, yang datang berkunjung dari Ampenan. Mengingat beberapa hari, Rani tak ada kabar, sehingga membuat keluarga curiga dan mencarinya. (cr-sid)