Penyidik Ekpose Bareng dengan BPKP

Ilustrasi Kasus Dana BOS
Ilustrasi Kasus Dana BOS

MATARAM—Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Mataram terus berupaya untuk menuntaskan kasus dugaan penyelewengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMKN I Narmada tahun 2014 sampai 2015.

Sejauh ini, penyidik belum menetapkan tersangka  meski mengklaim sudah mengantongi nama calon tersangkanya. . ” Kasus ini progresnya masih berjalan. Peningkatan terus kita update,” ujar Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Kiki Firmansyah saat dikonfirmasi, kemarin.

[postingan number=3 tag=”korupsi”]

Dalam perkembangannya, penyidik terus berkoordinasi dengan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB. Bahkan, penyidik dijadwalkan akan menggelor gelar perkara (ekpose) bersama dengan BPKP. ” Hasil penyidikan yang sudah kita lakukan akan kita ekspose bersama dengan BPKP. Sebentar lagi akan kita gelar,” katanya.

Ia tidak menampik   ekpose tersebut nantinya akan membahas besaran kerugian negara dalam kasus ini. Meskipun penyidik kata dia sudah memiliki gambaran terkait dengan besaran kerugian negaranya. ” Kita sih sudah ada gambarannya, tapi  legalitasnya kan ada pada perhitungan ahli dari BPKP. Nanti kita tunggu saja hasilnya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sudah banyak pihak yang dimintai keterangannya dalam tahap penyidikan. Diantaranya, beberapa keterangan dari pihak sekolah. ” Kepala sekolah dan bendahara sudah kita mintai keterangannya di tahap penyidikan,” bebernya.

Kasus dugaan dugaan penyimpangan dana BOS SMKN I Narmada Lombok Barat (Lobar) tahun 2015 ini telah dinaikkan ke tahpa penyidikan. Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan salah satu wali murid dari sekolah itu.  Polres Mataram menangani kasus tersebut karena penggunaan anggarannya disinyalir tidak sesuai dengan peruntukan. Kepolisiam juga selama ini sudah mengantongi dokumen pertanggung jawaban penggunaan anggaran tersebut.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid