Penyelundup Narkoba Asal Lombok Diringkus di Batam

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba

MATARAM – Tiga warga Lombok yang ditangkap petugas bea cukai Bandara Internasional Hang Nadim Batam karena kedapatan menyelundupkan narkoba beberapa waktu lalu awalnya adalah target Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB.

”Mereka sebetulnya jadi target kita, namun yang di sana lebih dulu menangkap mereka,” jelas Kabid Berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, AKBP Denny Priadi, Kamis (21/2). Denny tidak menjelaskan secara detail kenapa tiga orang itu menjadi target BNN NTB. Ia hanya membenarkan bahwa mereka saat ini tengah dalam penguasaan BNN Kepulauan Riau. “ Proses sidik dilakukan  di sana,” jelasnya singkat.

BACA JUGA: Lagi Berduaan, Bandar Sabu Digerebek

Tiga warga Lombok Tengah yang saat ini ditangani penyidik BNN Kepri tersebut berinisial LR, LS, dan SM. Awalnya empat orang, tetapi satu orang perempuan dilepas karena tidak ada bukti. Barang bukti yang didapat petugas berupa sabu seberat 1,1 kilogram.

Kronologisny, mereka diamankan petugas pada Selasa (19/2) pagi. Dari Batam, mereka hendak ke Lombok menggunakan pesawat Lion Air dengan terlebih dahulu akan transit di Surabaya. Salah satu dari mereka, LR, kedapatan menyembunyikan barang haram di tas ransel warna hitam.

Barang yang terdeteksi adalah methamphetamine seberat 315 gram, ditemukan dalam dua kapsul berlumur pasta gigi dengan kemasan lakban hitam. LR akhirnya mengaku kepada petugas bahwa ia tidak sendirian.

BACA JUGA: Tiga Perempuan Penghibur Diamankan

Petugas lalu  mengamankan LS, SM bersama istrinya BN di sebuah kantin luar bandara. Dari tangan LS, petugas mendapatkan dua kapsul berisi serbuk kristal putih seberat 307 gram yang disembunyikan dalam lubang anusnya. Kemudian, dari hasil pemeriksaan SM, barang bukti narkoba ditemukan di dalam koper bawaannya. Empat kapsul berlakban hitam yang disita itu beratnya 526 gram.(cr-der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid