Penyelenggara Debat NU Lombok Barat Harus Orang Netral

Nahdlatul Ulama (NU)
ilustrasi

GIRI MENANG – PC Nahdlatul Ulama (NU) Lombok Barat berencana menggelar debat terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Lombok Barat akhir bulan ini. Ketua penyelenggara adalah Sulhan Mukhlis Ibrahim, salah satu pengurus PC NU Lombok Barat. Saat ditemui belum lama ini, debat digelar dalam rangka meyakinkan pemilih NU tentang program dan visi-misi para kandidat yang rata-rata orang NU.

Namun rencana debat ini ditanggapi oleh Sekretaris NU NTB H. Lalu Winengan kemarin. Ia memberikan catatan. Pertama, kegiatan ini tidak ada rekomendasi dari NU NTB. Seharusnya antara PC NU Lombok Barat dan PW NU NTB berkoordinasi. Karena itu ia meminta para Paslon tidak menghadiri kegiatan ini.

Kedua, kalaupun mau menggelar debat, panitia atau penyelenggaranya haruslah orang netral. Winengan sendiri menuding Ketua PCNU Lobar H. Nazar Naami dan Ketua Panitia Debat Sulhan Mukhlis Ibrahim adalah pendukung Paslon tertentu. “Jadi biarkanlah itu menjadi tugas KPU menyelenggarakan debat. Telat juga kalau mengadakan debat sekarang di luar apa yang diselenggarakan KPU. Seharusnya kemarin sebelum ada penetapan Paslon,” tegas Winengan kemarin.

Oleh karenanya lanjut Winengan, dia meminta kepada semua Paslon agar tidak menghadiri debat yang akan diselenggarakan akhir Maret tersebut.

NU Lombok Barat bakal menggelar debat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lobar Pilkada 2018 pada akhir Maret ini. Wakil Ketua Tanfizh PCNU Lobar, H. Sulhan Muchlis yang juga Ketua Panitia Debat bertema “NU Mencari Pemimpin” ini menerangkan, latar belakang bakal digelarnya debat dikarenakan masing-masing paslon ada dari unsur NU.

Debat direncanakan akan berlangsung di Aula Kantor Bupati Lobar dengan menghadirkan 500 tokoh NU. Dalam debat tersebut nantinya diharapkan masing-masing Paslon bisa menyampaikan visi-misinya, menyampaikan program dukungan ahlussunnah wal jamaahnya. Sehingga nanti jemaah nahdiyin di Lobar itu bisa menentukan pilihan.

Di sanalah kemudian nanti lanjut Sulhan bakal terlihat, bahwa NU itu tidak berpolitik, memberikan ruang kepada nahdiyin untuk menentukan pilihan setelah nanti mendengarkan visi-misi masing-masing paslon.(zul)