Penyekatan Masuk ke Mataram Disiapkan

GERBANG TEMBOLAK: Gerbang Tembolak, adalah salah satu pintu masuk ke Kota Mataram dari wilayah Kabupaten Lombok Barat. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Batas mudik yang dibatasi sampai 6 Mei sudah diberlakukan. Kota Mataram tidak berdiam diri dengan situasi ini. Dari rapat forum komunikasi pemerintah daerah (Forkopimda) Kota Mataram. Upaya yang diberlakukan kurang lebih sama dengan daerah lainnya. Yaitu kemungkinan besar untuk dilakukan penyekatan warga yang datang dari luar. Utamanya di pintu atau akses masuk Kota Mataram.

“Penyekatan beberapa ruas jalan kemungkinan besar akan kita lakukan. Tapi hanya dibeberapa lokasi saja,” ujar Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi usai rapat Forkompimda di Kantor Wali Kota Mataram, Kamis (6/5).

Sedangkan untuk pengawasan di pintu masuk Kota Mataram ini. Heri mengatakan, pihaknya menyesuaikan dengan petunjuk Polda NTB. “Kita sesuaikan dengan Polda NTB. Hanya dibeberapa tempat saja nanti,” imbuhnya.

Dari penjelasan Heri, penyekatan tidak sama seperti tahun sebelumnya. Merujuk upaya petugas tahun lalu. Posko didirikan disejumlah pintu masuk Kota Mataram. Seperti di Gerimax sebagai akses masuk Kota Mataram di sebelah Timur. Lalu posko di Dasan Cermen.

Berlanjut ke Posko di dekat Tembolaq Pelangi. Posko lainnya di Kebon Roek yang menjadi perbatasan langsung dengan Lombok Barat. Sedangkan tahun ini, tidak disebutkan secara pasti letak posko yang didirikan sebagai lokasi penyekatan warga. “Kita koordinasi dengan Polda NTB,” ungkapnya.

BACA JUGA :  ADB Tunjuk Mataram Jadi Kota Percontohan

Saat ini, Polresta Mataram sudah mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan. Tapi pos yang didirikan dalam rangka gelaran Operasi Ketupat. Yakni di Pasar Kebon Roek. Berikutnya di Lombok Epicentrum Mall, Posko di Simpang Empat Karang Jangkong. Terakhir adalah pos pengamanan di Narmada. Masing-masing posko akan ditempati oleh petugas secara bergiliran. “Sudah ada itu empat posko yang kita dirikan,” terangnya.

Pengawasan maksimal akan dilakukan aparat kepolisian secara ketat hingga Lebaran Ketupat. Di mana kepolisian akan menjaga destinasi wisata di Kota Mataram. Karena setelah Hari Raya Idul Fitri. Warga akan mengunjungi destinasi wisata dan makam. “Kita perketat pengawasan dan penjagaan hingga Lebaran ketupat nanti,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi mengatakan, ada dua hal hasil rapat yang ditekankan. Yakni tentang penanganan atau pengendalian warga yang mudik dari luar NTB menuju Kota Mataram. “Mudah-mudahan itu bisa berjalan. Kalau itu berjalan baik. Minimal setengah porsi dari tanggungjawab itu sudah aman. Tinggal setengahnya untuk tingkat lokal,” katanya.

BACA JUGA :  Sukses di Bisnis Kuliner

Mudik lokal menjadi pembahasan. Tapi terpenting adalah warga yang keluar masuk Kota Mataram harus jelas. Yaitu harus clear kesehatannya. “Makanya prokes itu harus terbangun dari tingkat keluarga. Saya lihat sekarang itu sudah membaik ditingkat keluarga,” ungkapnya.

Didi mengatakan, jalur masuk Kota Mataram sudah jelas. Sehingga warga tidak akan memilih masuk Mataram melalui jalur tikus. “Semuanya sudah jelas. Jalur bandara, pelabuhan itu sudah jelas. Kalau jalur lainnya saya pikir mudah bagi kita untuk mengetahuinya,” terangnya.

Tapi dari jawaban yang disampaikan. Seperti tidak ada pengetatan untuk warga yang akan masuk Kota Mataram. Indikasinya karena tidak ada posko yang didirikan di pintu masuk Kota Mataram. “Yang penting orang melakukan mobilitas itu menjalankan Prokes. Itu intinya, kan tidak bisa kita larang kendaraan kemana. Pemeriksaan di pintu masuk juga dibahas bagaimana efektivitasnya. Walaupun trend pandemi di NTB bisa kita katakan relatif terkendali. Tapi tetap memang butuh perhatian,” pungkasnya. (gal)