Penyebab Tewasnya Pasangan Pengantin Belum Bisa Disimpulkan

OLAH TKP: Tim Identifikasi Reskrim Polres KLU saat melakukan olah TKP di rumah korban di Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan. (ISTIMEWA FOR RADAR LOMBOK)
OLAH TKP: Tim Identifikasi Reskrim Polres KLU saat melakukan olah TKP di rumah korban di Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan. (ISTIMEWA FOR RADAR LOMBOK)
Advertisement

TANJUNG–Satuan Reskrim Polres Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya pasangan pengantin baru Sahnan (25) dan Rumni (20), warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Minggu (5/7) lalu itu.

Seperti diketahui Sahnan ditemukan tewas tergantung pada seutas tali di dalam rumahnya. Sementara istrinya ditemukan tewas di atas ranjang dengan mulut mengeluarkan busa. “Kami sudah menurunkan tim identifikasi untuk melakukan olah TKP di rumah korban, di mana lokasi mayat korban ditemukan tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polres KLU AKP Anton Rama Putra kepada Radar Lombok, Selasa (7/7).

Selain olah TKP, Tim Reskrim juga melakukan pengambilan sidik jari dan foto kedua mayat. Adapun pada tubuh Rumni tidak ditemukan luka. Hanya terdapat bekas lebam pada pelipis kiri, namun diduga bekas lebam itu sudah lama.

Sementara pada tubuh Sahnan, didapat bekas jeratan tali yang mengarah ke belakang telinga hingga ke belakang kepala. Jeratan tali ini diduga dikalungkan sendiri oleh korban. Apalagi tak ditemukan luka lecet pada leher. Kemudian lidah juga digigit dan jari kaki terlipat ke dalam.

Selain itu, di rumah korban tidak didapati jendela atau pintu yang dirusak. Barang-barang di dalam rumah rapi dan utuh. Adapun informasi dari pihak keluarga yang pertama kali menemukan mayat korban, pintu diketahui terkunci dari dalam. Selain itu, dari informasi warga sekitar, pasangan suami istri ini diketahui kerap cekcok mulut.

Tetapi lebih lanjut soal penyebab pasti pasangan ini meninggal, belum bisa disimpulkan. Rencananya akan dilakukan gelar, hari ini (7/7). “Belum bisa disimpulkan karena tidak adanya saksi-saksi yang melihat langsung,” pungkasnya. (flo)