Penyebab Kematian Janin Mahasiswi Sumba Terungkap

AUTOPSI: Tim Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara melakukan autopsi mayat janin berusia lima bulan yang dipaksa keluar oleh ibunya, inisial BRB. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Penyidik Sat Reskrim, Polresta Mataram berhasil mengungkap penyebab kematian janin yang dikandung mahasiswi asal Sumba, berinisial BRB (22), yang ngekos di Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, berdasarkan hasil keterangan Tim Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara yang didapat, diketahui janin berusia lima bulan. Janin meninggal diduga karena hipoksia atau kekurangan kadar oksigen dalam kandungan. “Penyebab hipoksia itu bisa karena penyakit bawaan atau pengaruh bahan kimia,” sebut Kadek Adi, Selasa (21/6).

Menurut hasil autopsi juga, janin yang keluar dalam keadaan meninggal dunia itu tidak memiliki penyakit bawaan. Sehingga untuk sementara ini pihaknya menduga bahwa janin tersebut meninggal dikarenakan pengaruh bahan kimia dari obat yang dikonsumsi terduga. “Sudah minum obat ini juga diakui oleh terduga saat dimintai keterangan,” katanya.

BACA JUGA :  Usia Dewasa Penampilan Muda

Dikatakan, bayi yang berusia lima bulan tersebut masih belum siap untuk dilahirkan. Terkait motif terduga yang memaksa melahirkan bayinya tersebut, saat ini masih dilakukan pemeriksaan. “Masih kami dalami. Apakah ada pengaruh dari orang lain juga masih kami lakukan pendalaman,” imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapat petunjuk yang mengarah kepada apakah ada pihak lain yang membisikkan terduga untuk melakukan tindakan dugaan aborsi tersebut. Sehingga, saat ini masih dilakukan pendalaman, baik memintai keterangan dari terduga maupun saksi lainnya.

BACA JUGA :  Wagub Buka Table Top Direct Promotion Lombok Sumbawa di Jakarta

Termasuk juga adanya dugaan keterlibatan salah seoarang laki-laki yang disebutkan terduga adalah suami sahnya dalam hukum adat tempat tinggalnya. Dan berdasarkan keterangan terduga, sebelum kejadian dugaan aborsi ini, terduga dengan lelaki tersebut sempat terlibat cek cok. “Pasangannya ini masih kami lakukan pencarian untuk dimintai keterangan,” bebernya.

Saat ini, kondisi terduga BRB berangsur membaik. Sedang beristirahat di ruangan khusus di Unit PPA Polresta Mataram. (cr-sid)