Penyebab Kebakaran Pasar Renteng Masih Misteri

Penyebab Kebakaran Pasar Renteng Masih Misteri
PASAR RENTENG: Kondisi Pasar Renteng, sesaat setelah kebakaran hebat melanda dan menghanguskan seluruh kompleks pasar, beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Lebih dari dua pekan sejak kebakaran besar melanda Pasar Renteng yang berada di Kelurahan Praya, Lombok Tengah (Loteng), tepatnya pada Senin malam (6/8) lalu. Hingga kini belum ada instansi atau lembaga yang dapat memastikan apa penyebab terjadinya kebakaran itu. Pihak Polres Loteng sendiri hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.

Pihak kepolisian sendiri hanya sebatas menyampaikan bahwa sejauh ini penyidik belum menemukan adanya indikasi kelalaian dalam kebakaran tersebut. Hanya saja, penyebab kebakaran akan terungkap setelah Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar Bali mengeluarkan hasil olah TKP yang dilakukan beberapa minggu lalu.

BACA JUGA: Ratusan Pedagang Pasar Renteng Geruduk Gedung Dewan Loteng

Kapolres Loteng melalui Kasat Reskrim, AKP Rafles P Girsang menyatakan, bahwa kasus kebakaran Pasar Renteng tengah ditangani hingga sekarang. Hasilnya, polisi belum menemukan adanya kelalaian dalam kasus tersebut. Tapi Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar Bali yang sebelumnya diminta untuk turun akan mengeluarkan hasilnya minggu ini terkait penyebab kebakaran. “Untuk saat ini kita menunggu hasil lab itu dulu. Jika memang ada kesengajaan prosesnya, tentu kami akan lanjutkan untuk mencari tersangka,” ungkap AKP Rafles P Girsang kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (23/8).

Lebih jauh disampaikan, selain menunggu hasil lab itu, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan saksisaksi dari lokasi yang diperkirakan menjadi titik awal rambatan api. Dari keterangan 12 saksi yang pihaknya periksa, mereka kebanyakan tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran itu. Namun mereka beranggapan itu terjadi karena arus pendek listrik. Sebab, insiden konseleting listrik sering terjadi di dalam pasar. “Hasil pemeriksaan masih tetap sama. Mereka menganggap kalau kebakaran terjadi karena arus listrik,” jelasnya.

Rafles mengaku, sebelum hasil lab dikeluarkan oleh Tim Labfor, pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Untuk itu, pihaknya meminta publik menunggu penyelidikan utuh dari kepolisian. “Lihat saja hasil kesimpulan dari Tim Labfor kedepannya. Jika memang ada kesengajaan, tentu kami akan terus melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku,” tambahnya.

Dijelaskan, saat Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar Bali turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), banyak bukti yang dilihat seperti abu, kabel, bahkan seng tak luput dari pemeriksaan. Beberapa sampel abu dan kabel tersebut ada yang dibawa ke Labfor Denpasar Bali untuk dianalisis dan uji lab. Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kebekaran tersebut, apakah karena ada kesengajaan atau memang karena aliran listrik. “Kita harapkan saja semua merupakan betul musibah,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Lombok Tengah, Ihksan menegaskan, bahwa dampak kebakaran Pasar Renteng sangat dirasakan oleh pedagang maupun masyarakat Praya. Pasalnya, selain banyak warga yang kehilangan mata pencaharian, sekarang harga jual kebutuhan pokok juga sudah mulai naik. “Untuk mengembalikan modal pokok barang berharga yang terbakar, pedagang sekarang mulai menaikkan harga,” jelasnya.

BACA JUGA: TGB Berikan Nama Bayi di Pengungsian

Sehingga untuk memulihkan harga, serta agar semua pedagang bisa berjualan kembali, pemerintah sekarang sedang berupaya mencari cara untuk membangun Pasar Renteng kembali. Pasalnya, untuk membangun pasar induk itu membutuhkan anggaran kurang lebih mencapai Rp 35 miliar. Dengan anggaran lumayan besar itu, pembangunan Pasar Renteng tidak bisa dalam waktu dekat ini. Hal itu mengingat alokasi anggaran pada APBD Loteng 2019 sudah teralokasi semua.“Perbaikan Pasar Renteng tidak bisa terwujud dalam satu tahun ini. Karena memang anggaran cukup besar. Tapi kami akan mencarikan solusinya,” tambahnya.

Menurutnya, apapun akan dilakukan agar pembangunan pasar ini segera dilakukan. Salah satu caranya bisa juga melalui pola pinjaman, seperti yang dilakukan untuk membangun Pasar Kopang. Karena keberadaan Pasar Renteng Praya selama ini banyak menyumbang pendapatan asli daerah ( PAD), dan pasar itu juga sebagai pusat pergerakan ekonomi masyarakat. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut