Penyaluran Rastra Bulan Juli Bebas Keluhan

Penyaluran Rastra Bulan Juli Bebas Keluhan
BULOG: Pekerja lepas di Gudang Bulog memproses beras untuk Rastra agar memenuhi kualitas standar beras medium, untuk dibagikan ke masyarakat pra sejahtera. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB memastikan pada penyaluran beras sejahtera (Rastra) di bulan Juli ini tidak akan lagi ada ditemukan keluhan masyarakat terkait kualitas beras yang buruk. Pasalnya, Satuan Tugas (Satgas) Rastra NTB akan memeriksa kualitas Rastra di Gudang Bulog sebelum didistrbusikan kepada masyarakat.

Ketua Satgas Rastra Provinsi NTB, Mohammad Ramadhan mengatakan, penyaluran Rastra pada bulan Juli akan lebih baik dari sebelumnya. Karena, beras sebelum dikemas dalam karung di gudang Bulog, terlebih dahulu tim satgas Raskin yang berasal dari Bulog, Kepala Desa setempat, dinas sosial, dan aparat keamanan juga memeriksa langsung kualitas beras Rastra tersebut.

“Setelah diperiksa kualitas beras Rastra oleh tim termasuk kepala desa, baru Rastra itu kita salurkan kepada masyarakat penerima manfaat,” kata Ramadhan, Rabu kemarin (12/7).

Menurut Ramadhan, belajar dari permasalahan penyaluran Rastra di semester I tahun 2017 lalu, Perum Bulog melakukan evaluasi dan memastikan di penyaluran mulai Juli tidak ada lagi keluhan terkait kualitas Rastra buruk. Karena barang sebelum disalurkan akan di cek dan ricek terlebih dahulu, dan koordinasi dengan perangkat desa.

Sebelumnya, pada penyaluran Rastra pada awal Mei dan Juni 2017 lalu, masyarakat selaku penerima manfaat Rastra di sejumlah kabupaten/kota memprotes kualitas Rastra yang buruk. Mulai dari berwarna hitam, berkutu hingga berbau busuk. Rastra berkualitas buruk tersebut kemudian dilaporkan oleh masyarakat ke kepala desa hingga Perum Bulog.

Namun, dari sekian banyak laporan rastra yang berkualitas buruk, tidak semuanya diganti oleh Perum Bulog. Karena sebagian besar juga sudah tidak ada berasnya, dan sudah dikonsumsi oleh masyarakat yang menerima manfaat.

Berdasarkan data Perum Bulog Divre NTB, jumlah keluhan yang masuk untuk Rastra berkualitas buruk sebanyak 230.425 kilogram. Dari jumlah 230.425 kg tersebut, Bulog NTB hanya melakukan pergantian sebanyak 229.225 kg.

Sementara itu sebanyak 1.200 kg tidak dilakukan pergantian, karena sudah tidak ada wujud barangnya, melainkan sudah dikonsumsi oleh masyarakat penerima manfaat.

Dari jumlah 230.425 kg Rastra yang masuk keluhan karena kualitas buruk, sebagian besar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, dan sebagian kecilnya di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk di Pulau Sumbawa, keluhan Rastra buruk terjadi di Bima sebanyak 8.400 kg. Sementara di Kabupaten Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat tidak ada keluhan yang masuk. Khusus di Kabupaten Bima, dari 8.400 kg keluhan yang masuk semuanya dilakukan pergantian.

Pada tahun 2017 ini jumlah kepala keluarga penerima manfaat atau rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) di Provinsi NTB sebanyak 447.369 KK dengan jumlah Rastra yang disalurkan setiap bulannya sebanyak 6.710.535 kg. “Kami akan berusaha terkait penyaluran Rastra ini terus berlanjut ‘zero complain’,” pungkasnya. (luk)

BACA JUGA :  Laju Pertumbuhan Ekonomi KLU Meningkat
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaLale Yaqut Langsung Blusukan
Berita berikutnyaPasien Terduga MERS Masih Dirawat