Penyaluran KUR Semester I Tembus Rp 1,140 Triliun

MATARAM—Realiasi kredit usaha rakyat (KUR) oleh tiga lembaga perbankan penyalur di Provinsi NTB pada semester I tahun 2016 sudah tembus di angka Rp 1,140 triliun. Sebagian besar pembiayaan KUR di NTB itu disalurkan oleh Bank BRI yang tersebar di seluruh wilayah NTB.

Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi NTB mencatat realiasi KUR mikro di NTB pada semester I (Januari –Juni) tahun 2016 sudah tembus diangka Rp 783,824 miliar, dan KUR ritel mencapai Rp 174, 504 miliar.

“Sebagian besar KUR di NTB disalurkan BRI,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Permodalan dan Simpan Pinjam (FPSP) Dinas KUMKM Provinsi NTB, H Muhammad Imron di Mataram, Rabu (27/7).

Imron menyebut, bahwa realisasi KUR mikro yang disalurkan oleh tiga bank BUMN di Provinsi NTB sudah mencapai Rp 783,824 miliar dengan jumlah debitur yang mendapatkan pembiayaan dari KUR sebanyak 46.539 orang. Sementara untuk KUR ritel dari tiga bank penyalur di NTB sudah terealisasi sebesar Rp 356,903 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 2.528 orang.

Dari tiga bank penyalur KUR di NTB selama satu semester tahun 2016 ini, untuk mikro hanya bank BNI yang paling rendah penyalurannya. Dari data Dinas Koperasi UMKM NTB, Bank BNI hanya menyalurkan Rp 535 juta dengan jumlah debitur sebanyak 22 orang di NTB. Sementara untuk KUR Ritel BNI sudah menyalurkan sebesar Rp 102,085 miliar, dengan sasaran debitur sebanyak 427 orang.

BACA JUGA :  Kemenkop Rekrut 13 Pendamping KUR di KEK Mandalika

Sementara untuk penyaluran KUR mikro di BRI pada semester I tahun 2016 sudah mencapai Rp 733,061 miliar, dengan jumlah debitur sebagai sasaran sebanyak 43.807 orang. Untuk KUR ritel, BRI sudah menyalurkan senilai Rp 174,504 miliar, dengan jumlah debitur sebanyak 1.283 orang.

Sedangkan penyaluran KUR bagi usaha mikro di Bank Mandiri sudah mencapai Rp 50,208 miliar, dengan jumlah debitur sebanyak 2.710 orang, dan KUR Ritel sebesar Rp 79,714 miliar, dengan sasaran debitur sebanyak 818 orang.

Untuk KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Imron mengakui jika hingga kini belum ada realisasi dan masih nihil untuk tiga bank penyalur. Karena itu sambung Imron, Dinas KUMKM NTB dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM RI terkait KUR TKI tersebut. “KUR TKI masih kosong realisasinya. Kami sudah melakukan koordinasi dengan Disnakertrans NTB. Apa persoalannya, apakah di PPTKIS atau di calon TKI,” ujarnya.

Secara umum sambung Imron, pemerintah berharap agar realiasi KUR lebih diperbesar untuk mikro. Baik itu nominal maupun jumlah usaha mikro yang menerima KUR sebagai sasaran. “Intinya kita berharap KUR ini lebih banyak di akses bagi usaha mikro. Agar ekonomi riil di masyarakat itu tumbuh, sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” harapnya. (luk)