Penyaluran Daging Kurban tak Tepat Sasaran

KURBAN : Pembagian daging kurban di halaman kantor Wali Kota Mataram pada hari raya Idul Adha lalu (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Pembagian daging kurban pada hari Raya Idul Adha lalu banyak dikeluhkan. Penyalurannya dianggap banyak yang tidak tepat sasaran. Seharusnya yang menerima adalah warga miskin, tetapi faktanya yang banyak menerima adalah mereka yang tergolong mampu.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, kemarin. Ia menyampaikan bahwa panitia harus dievaluasi agar kekurangan dalam penyaluran ini tidak terjadi pada tahun-tahun mendatang.” Masak kalah sama satu lingkungan seperti di Pejeruk Bangket, bisa menghasilkan 18 ekor sapi dengan sistem urunan,” ungkapnya.

Pembagian daging kurban setiap tahun memang selalu menyisakan protes. Banyak oknum warga yang justru memanfaatkan penyaluran dengan meraup keuntungan sendiri. Setiap tahun pembagian daging kurban menyasar 600 orang warga tidak mampu.

Ia juga meminta Pemkot lebih selektif lagi menentukan anggota panitia bagi-bagi daging kurban. Ini dimaksudkan agar penyalurannya betul-betul tepat sasaran. Selain itu, panitia juga harus kreatif mencari sumber daging. Kota Mataram ini memiliki sekitar 400 ribu penduduk. Jika ada sistem urunan sama-sama Rp 200 ribu saja, maka hewan kurban bisa mencukupi seluruh kebutuhan warga tak mampu. “ Kita bisa kebanjiran daging kurban serta harus tepat sasaran,” ungkapnya.

Selain itu ia juga meminta kesehatan hewan kurban dipantau secara ketat. Karena ada kasus penemuan cacing di dalam tubuh hewan kurban sebagaimana disampaikan pihak Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Mataram. “ Kita minta kesehatan hewan dipantau secara ketat juga,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Mataram H. Mutawali mengatakan, dari hasil pemeriksaan ada dua hewan yang ditemukan ada cacing hati. “ Dua hewan kurban telah disembelih namun setelah dilakukan uji labolatorium, tidak berbahaya sehingga boleh dibagikan,” ungkapnya.(dir)