Penyaluran BLT DD Tahap Pertama dan Kedua di NTB Belum Rampung

Dr H Ashari (faesal/radarlombok.co.id)
Dr H Ashari (faisal/radarlombok.co.id)

MATARAM-Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebagai dampak pandemi Covid-19 di NTB untuk tahap pertama dan kedua baru terealisasi mencapai 70 persen.

   Dari 995 jumlah desa di  kabupaten/kota  jumlah kepala keluarga (KK) penerima BLT DD sebanyak 205.017. Kepala  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB  Dr H Ashari menjelaskan penyaluran BLT-DD tahap pertama dan kedua masih berjalan di semua kabupaten/kota. Meski ada beberapa desa yang belum menyalurkan hingga mencapai 100 persen disababkan karena ada hambatan. “Perlu kami laporkan BLT DD yang lebih kurang Rp 1,23 Triliun sudah trealisasi ditahap pertama dan tahap kedua lebih kurang 70 persen yakitu Rp 690 miliar,”ungkapnya di hadapan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah di kantor DPMPD Dukcapil Provinsi NTB pada Rabu  (17/6).

 Disampaikan juga, untuk BLT-DD dilakukan di semua desa  di NTB. Dimana untuk tahap pertama, kedua dan ketiga dari bulan April, Mei dan Juni besaran nilai yang diterima oleh penerima manfaat masing-masing Kepala Keluarga (KK) mendapatkan sebesar Rp 600 ribu per bulan,-. “Alhamdulillah sudah terealisasi dari tahap pertama dan tahap kedua.  Serta untuk tahap ketiga sedang menunggu 14 hari setelah dibagikan tahap kedua,”terangnya.

 Tahap pertama, sambungnya sudah terealisasi mencapai 98,09 persen. Hanya beberapa desa belum menyalurkan yang disebabkan karena ada hambatan. Di Lombok Utara misalnya kepala desa baru dilantik dan semua perangkat desanya dipecat. Sehingga ini menjadi hambatan. Namun upaya yang sudah dilakukan agar segera disalurkan dengan melakukan pembinaan. “Alhmadulillah kemarin setelah mendapatkan laporan, satu desa di Lombok Utara ini segera dibagikan,”katanya.

 Di Lombok Tengah juga ada di dua dusun dibagikan sama rata, sehingga terjadi aksi demo dari warga Di Desa Kelebuh kepala dusunnya  tidak mau terjadi masalah makanya dibagi rata kepada warganya. “Tapi ini sudah kita koordinasikan sama pendamping desa agar segera diselesaikan, dengan panggil kepala dusun untuk diselesaikan untuk diberikan sanksi,”jelasnya.

 Sementara untuk tahap kedua, hingga saat ini baru terealisasi mencapai 34,17 dari jumlah desa sebanyak 340 desa. Dengan jumlah yang sudah menerima BLT DD sebanyak 71.208 KK. Dalam kesempatan, Ashari juga menyampaikan langkah kedepan yang akan dilakukan dengan adanya perpanjangan penyaluran BLT DD hingga September mendatang. “Yang ingin kami selesai kan kedepan pak Gubernur, karena ada Peraturan Menteri Keuangan nomor 50 tahun 2020 tentang ada perpanjangan BLT DD dari bulan Juli, Agustus sampai September,”katanya.

 Dengan dikeluarkan PMK perpanjangan, lanjutnya, terjadi perubahan nominal nilai besaran uang yanh di terima setiap KK sebesar Rp 300.000 mulai bulan Juli sampai September. “Dengan adanya perubahan ini, tentu sangat berimplikasi kepada perubahan Perdes, tapi ini sudah kita fasilitasi segera, teman-teman kepala desa segera musdes untuk menyelesaikan BLT tahap kedua dari bulan Juli sampai September,”tutupnya. (sal)