Penutupan Tambang Ilegal Bilebante Janggal

DIANGKUT: Polisi mengangkut alat berat (excavator) yang beroperasi di tambang galian C Sahirdan (MUHAMMAD HERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Puluhan anggota Polres Lombok Tengah menutup tambang galian C ilegal di Dusun Karang Ide II Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata, kemarin (24/10).

Hanya saja, penutupan ini terkesan janggal karena polisi menebang pilih pengusaha tambang. Mereka hanya menutup tambang milik Sahirdan saja. Sementara tambang ilegal di sebelahnya dibiarkan beroperasi tanpa disentuh.

Kanit Satreskrim Polres Lombok Tengah, IPDA I Putu Suardana mengatakan, penutupan ini akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya akan menyisir satu persatu tambang ilegal di wilayah Bilebante. Sehingga semua tambang yang tidak mengantongi izin itu ditutup total. ‘’Bertahap, ini dulu baru yang lainnya,’’ ungkapnya, kemarin.

Upaya penutupan paksa ini ternyata memancing emosi Sahirdan selaku pemilik tambang. Dia menilai penutupan itu dilakukan tanpa prosedural jelas. Sehingga terjadi aksi saling dorong antara pemilik tambang dengan aparat kepolisian.

Menurut Sahirdan, penutupan itu sangat janggal dan terkesan pesananan. Sebab, aparat kepolisian datang begitu saja kemudian menyita alat berat yang sedang beroperasi di lokasi tambangnya. Begitu juga dengan sejumlah dum truk yang mengangkut material ikut diamakan.

Padahal, mereka tidak punya urusan dengan penambangan melainkan hanya sebatas membeli. ‘’Penutupan tambang saya ini kesannya ada pesanan khusus dari oknum tertentu. Kok bisa tambang saya saja ditutup, sementara yang lainnya dibiarkan. Padahal sama-sama tidak punya izin,’’ bongkarnya.

Sahirdan mengaku tak keberatan jika semua tambang di wilayah itu ditutup. Tetapi, yang dia heran hanya tambangnya saja ditutup dengan langsung menyita alat beratnya. ‘’Ini ada apa?,’’ kesannya.

Diakuinya, penutupan ini terkesan politis. Sebab, dirinya sebelumnya sempat bermasalah dengan pihak tertentu di desanya. Sehingga ditengarai penutupan itu terindikasi dipesan khusus. ‘’Ini kesannya pesanan oknum tertantu, tapi biarlah saya yang tahu,’’ tandasnya tanpa menyebut oknum tersebut.

Sementara Eksekutif Diektur Walhi NTB, Murdani mendukung penuh upaya aparat kepolisian itu. Hanya saja, polisi jangan sampai main mata dalam penutupan itu. Artinya, mereka hanya menutup penambang yang berani bayar. Sementara yang berani bayar kemudian dibiarkan beraktivitas. Sementara aktivitas mereka sama-sama merusak lingkungan. ‘’Kita salut upaya kepolisian ini yang berani menutup paksa. Cuma sekarang kita tunggu eksen selanjutnya, apa yang dilakukan polisi ini,’’ ujar Murdani.   

Jika polisi serius, tambahnya, harus dilakukan penutupan merata. Tidak tebang pilih, sehingga kesannya polisi tidak serius mengurus tambang. ‘’Kalau mau menutup harus pukul rata, harus yang lain juga,’’ tandasnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid