Penutupan Jalan Pusuk Belum Final, Pengalihan Melalui Senggigi Berbahaya

Penebangan pohon di pinggir jalan Pemenang, menuju Pusuk sudah dilakukan bertahap beberapa waktu lalu. (ZUL/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Seruyan Sampurna, KSO sudah mengajukan bantuan ke Kepolisian untuk menutup jalan menuju Pusuk yakni di perempatan Gunungsari, Lombok Barat dan perempatan Pemenang pada 5-25 Juli 2021 saat jam kerja pukul 07.00-18.00 WITA. Alasannya karena akan ada penebangan pohon di hutan lindung Pusuk sebagai imbas dari pembangunan jalan Rembiga-Pemenang.

Terkait permohonan tersebut, Kasat Lantas Polres Lombok Barat IPTU Agus Rahman yang dikonfirmasi mengaku belum ada keputusan final terkait penutupan jalan secara total atau tidak. “Kita masih lihat perkembangan. Rencanya besok kita survei,” ujar Agus, Minggu (4/7/2021).

BACA JUGA :  Tagar #savepusuk Menggema, Tolak Penebangan Pohon di Hutan Lindung Pusuk

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk dari pelaksana proyek yaitu Seruyan Sampurna, KSO. Sebab sejuh ini pihaknya juga belum mengetahui secara jelas teknis penebangan pohon di sana.

“Apakah dia mau melakukan penebangan pohon secara bersama-sama atau secara bergantian. Kalau bergantian kan kita bisa sistem buka tutup di sana,” ujarnya.

Jika menerapkan tutup total dan mengalihkan arus lalu lintas melalui Senggigi kata Agus tidak memungkinkan. Pasalnya  kondisi jalan raya di tiga titik kawasan Senggigi  belum diperbaiki setelah longsor beberapa bulan yang lalu.

BACA JUGA :  Perempatan Gunungsari dan Pemenang Ditutup Total 17 Juli-5 Agustus 2021

“Kalau kita lihat itu tidak memungkinkan. Sebab pasca-longsor itu terjadi penyempitan. Beberapa badan jalan hampir ambruk seperti di Batu Layar itu kan. Kalau ditutup total dan dialihkan melalui Senggigi volume kendaraan akan meningkat itu bisa membahayakan pengendara. Bahkan nanti semakin lebar longsornya,” jelasnya. (der)