Penumpang Kapal Meningkat Jelang WSBK, ASDP Tambah Armada

LEMBAR: Suasana kendaraan keluar masuk Pelabuhan Lembar . Jelang WSBK, diakui penumpang kapal meningkat. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Dua hari menjelang perhelatan World Superbike (WSBK) tanggal 19 November, penumpang kapal yang datang ke Lombok melalui Pelabuhan Lembar meningkat. Pihak  ASDP Lembar mengakui ada peningkatan jumlah penumpang baik dari Padangbai Bali maupun Pelabuhan Ketapang Banyuwangi sebesar 30 persen.

Manajer Usaha PT ASDP Lembar, Samium, saat dikonfirmasi menjelaskan, Kementerian Perhubungan bahkan melakukan penambahan mobil Damri untuk memberi kemudahan akomodasi bagi para penonton yang tiba di Lembar tanpa membawa kendaraan. “ Kalau kedatangan penumpang sudah ada peningkatan hingga 30 persen,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,  ASDP telah menambah kapal dengan mengoperasikan KM Portlink VII untuk rute Ketapang-Lembar guna dapat mengangkut lebih banyak penonton WSBK yang akan masuk melalui jalur laut. Portlink itu  dioperasikan di lintasan Ketapang-Lembar dan menjadi kapal paling besar di rute ini. Dimana sebelumnya, kapal dengan kapasitas yang bisa menampung hingga 43 unit kendaraan itu melayani rute Lembar-Padangbai. Dengan harapan, kendaraan-kendaraan dari Jawa yang akan ke Lembar bisa langsung melalui Ketapang.

BACA JUGA :  Belum Urgen, Anggaran Jalan “Sopoq Angen” Ditunda

Penumpang yang akan masuk melalui Pelabuhan Lembar diprediksi akan terus meningkat. Kementerian Perhubungan telah menerjunkan dua kapal cepat dengan rute Padangbai-Lembar. Untuk mangantisipasi lonjakan penumpang saat periode WSBK nanti, hingga saat ini pihak Kemenhub belum bersurat ke ASDP Lembar.

Sementara itu angka pemesanan hotel di Senggigi juga meningkat. Jumlah kamar di Senggigi berdasarkan data Asosiasi Hotel Senggigi sekitar 2 ribu kamar.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Jaya, menjelaskan,  jelang pelaksanaan WSBK, pesanan kamar hotel sudah mencapai 90 persen. Pesanan kamar tersebut untuk tanggal 19-21 November.”Untuk periode tanggal 19-21 November saat ini sudah 90 persen kamar ter-booking,” kata Jaya.

BACA JUGA :  Penutup Gorong-gorong di Senggigi Dicuri

Dijelaskan, untuk wisatawan mancanegara belum ada. Yang ada adalah WNA yang memang sudah lama tinggal di Indonesia.” Kalau tamu yang langsung datang terbang dari luar negeri belum ada yang pesan kamar,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh GM Aruna Hotel, Wenny Kristanti. Okupansi di Aruna Hotel sudah 90 persen dari 135 kamar yang ada. “Untuk periode 19-21 saat ini sudah 90 persen,” akunya.

Secara keseluruhan bulan November memang periode peak season dikarenakan banyak kegiatan MICE.” Dominan tamu domestik, berasal dari beberapa daerah seperti Surabaya, Jakarta dan lain-lain,” jelasnya.

Rata-rata mereka tinggal selama empat hari tiga malam. Untuk armada atau akomodasi para tamu ke sirkuit, Weny mengatakan akan ada armada yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan.” Sesuai yang disampaikan pihak Dishub, disediakan shuttle dari area Senggigi menuju sirkuit,” tegasnya.(ami)