Pentingnya SDM Berkualitas untuk Menggali SDA Pro Rakyat

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

EMPAT PILAR: Anggota DPD RI Dapil NTB, H. Achmad Sukisman Azmy, foto bersama Kepala MAN 1 Mataram, HM Syukri dan guru, serta para siswa MAN 1 Mataram, usai melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan, Minggu (8/12/2019). (abdi zaelani/radarlombok.co.id)

MATARAM—Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) derah pemilihan (Dapil) NTB, H. Achmad Sukisman Azmy (ASA), menggelar sosialiasi empat pilar kebangsaan yang berlangsung di MAN 1 Mataram, Minggu (8/12/2019). Pemahaman tentang empat pilar kebangsaan ini terus disuarakan ke seluruh pelosok daerah, dan kali ini sosialisasi menyasar langsung para generasi muda, atau generasi milenial di sekolah-sekolah untuk diterapkan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan kali ini mengusung tema “Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, dalam implementasi Bhineka Tunggal Ika”, sehingga dapat menjadi wahana edukasi bagi para generasi muda. Sekaligus pendidikan yang harus diaktualisasikan para pelajar di seluruh Indonesia. Makna Pancasila dan UU Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, utamanya perbedaan suku, agama, dan ras yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai harga mati.

Sosialisasi empat Pilar Kebangsaan di MAN 1 Mataram itu, mendapatkan animo luar biasa dari para pelajar dan tenaga pendidik. Khususnya generasi pemuda sebagai tonggak estapet untuk memperjuangkan cita-cita bangsa dan negara  di masa yang akan datang.

Kesempatan itu, Sukisman menyampaikan, bahwa berdasarkan ketetapan MPR Nomor VII/MPR/2001 tentang visi Indonesia masa depan, perlu dilakukan upaya-upaya ,diantaranya pemantapan persatuan bangsa dan kesatuan Negara. Kemajemukan suku, ras, agama dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus diterima dan dihormati.

Menurut Sukisman, pengelolaan kemajemukan bangsa secara baik, merupakan tantangan dalam mempertahankan integrasi dan integritas bangsa. Demikian sistem hukum yang adil, artinya semua warga negera berkedudukan sama di depan hukum dan berhak mendapatkan keadilan. Hukum ditegakkan untuk keadilan bukan untuk kepentingan kekuasaan ataupun kelompok kepentingan tertentu.

Selanjutnya sistem politik yang demokratis, ekonomi yang adil dan produktif. Selain itu sosial budaya yang beradab. Karena di era globalisasi sekarang ini,  yang paling utama adalah sumber manusia yang bermutu. Artinya, dalam pengembangan SDM bermutu, tentu akan terwujud melalui sistem pendidikan yang berkualitas, yang mampu melahirkan SDM yang andal dan berakhlak mulia, mampu bekerjasama dan bersaing di era globalisasi dengan tetap mencintai tanah air. SDM bermutu mempunyai keimanan dan ketakwaan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja dan mampu membangun budaya produktif dan berkepribadian.

“Kita berharap MAN 1 Mataram, sebagai lembaga satuan pendidikan menjadi motor penggerak menyiapkan generasi penerus bangsa yang akan membawa nama baik Indonesia, dapat membuahkan inspirasi-inspirasi pembangunan, namun tetap mengedepankan NKRI,” harap Sukisman.

Dikatakan lebih lanjut, visi Indonesia ke depan mempunyai tantangan tersendiri, apalagi menghadapi era Revolusi 4.0. Karena itu, penyiapan sumber daya manusia yang bermutu, harus disiapkan sejak dini. “Saya yakin dan percaya, anak-anakku adalah generasi yang akan membawa Indonesia maju. Saya harapkan juga kepada para guru untuk memberikan peringatan kepada para siswa, dan juga memberikan contoh, mengingat guru adalah panutan,” ucap Sukisman.

“Karena bagaimanapun juga, yang membuat saya bisa seperti sekarang ini tak lepas dari peranan guru. “Dan sekarang, kapasitas saya sebagai anggota DPD RI, giliran saya menjadi guru kalian, mengajarkan tentang bagaimana berdemokrasi yang baik, dan memberikan edukasi tentang Negara Kesatuan RI lebih mendalam lagi,” sambung Sukisman.

Lebih lanjut, mantan Ketua PWI NTB ini menyampaikan, untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa ditengah berbagai tantangan, maka diperlukan kondisi sebagai berikut, yaitu terwujudnya nilai-nilai agama dan  budaya bangsa, terwujudnya sila persatuan Indonesia, terwujudnya penyelenggaraan negara yang mampu memahami dan mengelola kemajemukan bangsa. Termasuk bagaimana menegakkan sistem hukum yang didasarkan pada nilai filosofis, membaiknya perekonomian nasional, terwujudnya sistem politik yang demokratis, dan banyak hal lainnya.

“Dari berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Maka perlu ada arah kebijakan yang merupakan solusi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sehingga bisa memperkuat kembali nilai persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Jika mencermati kondisi masa lalu, masa kini dan masa depan imbuhnya, serta untuk memperkokoh kembali nilai kebangsaan, diperlukan pemahaman nilai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentunya mengacu pada cita-cita persatuan dan kesatuan, ketahanan, dan kemandirian yang dijiwai nilai-nilai agama, nilai luhur bangsa dengan cara mengedepankan kejujuran , amanah, ketaladanan, dan tanggung jawab untuk menjaga kehormatan, serta martabat bangsa.

“Untuk membangun pemahaman nilai-nilai empat pilar kebangsaan dan kondisi global. Maka bisa dibuat arah kebijakan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai agama, budaya luhur bangsa dalam kehidupan pribadi , keluarga masyarakat, bangsa, dan negara. Baik melalui pendidikan formal, maupun non formal, serta memberikan contoh keteladanan oleh pemimpin bangsa,” terang Sukisman.

Selain itu, sebut Sukisman, upaya untuk memaknai Pancasila juga penting dilakukan. Sehingga Pancasila lebih operasional dalam kehidupan dan ketatanegaraan, serta dapat memenuhi kebutuhan praktis dan bersifat fungsional. Dengan itu, maka pemikiran-pemikiran yang bersifat abstraksi dan filosofis akan menjadi lebih bermakna jika dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dan juga dalam mewujuduan cita-cita reformasi untuk menyelesaikan masalah bangsa dan negara, perlu fokus pada arah penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menuju masa depan yang lebih baik. Sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945,” tukas Sukisman.

Sementara Kepala MAN 1 Mataram, HM Syukri, mengatakan ada 150 peserta yang mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan ini. Dari 150 pelajar yang mewakili ribuan siswa MAN 1 Mataram lainnya, termasuk keluarga. “Kita berharap ini menjadi semangat baru bagi para siswa kami. Karena Senator dari Dapil NTB, ASA (Achmad Sukisman Azmy) telah meluangkan waktu untuk memberikan pemahaman seutuhnya tentang empat pilar kebangsaan kepada siswa MAN 1 Mataram,” tandasnya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid