Penonton Sepi, Kepala Daerah Kecewa

Setiap bulan Ramadan dilaksanakan Seleksi Tilawatil Qur'an Korp Pegawai Negeri (Korpri) di Kota Mataram. Sayang, kegiatan ini makin jarang peminatnya. Buktinya penonton yang datang sedikit sekali.

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Kemarin adalah hari kedua pelaksanaan STQ V Korpri Mataram. Namun sangat disayangkan STQ ini jauh dari kata meriah.

Kondisi ini membuat Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana kecewa. Dalam kegiatan ini yang hadir hanya peserta dan dewan juri.

Kekecewaan Wawali disampaikan saat pembukaan STQ. Tidak ada edaran bagi PNS untuk menyaksikan kegiatan ini sehingga acara sepi.

Kemarin, aula lantai III kantor walikota yang berkapasitas lebih dari 500 orang justru sepi. Mohan pun menyatakan kekecewaannya. Harusnya kegiatan semacam ini ramai.

“ Saya kecewa yang hadir hanya segelintir saja, seharusnya acara ini disaksikan oleh banyak orang,” ungkap Mohan.

Kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang penuh dengan berkah, teladan dan hal-hal positif lainnya. Apalagi dilaksanakan pada saat bulan Ramadan.” Ini jadi evaluasi saya untuk STQ di tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Ia membandingkan dengan kegiatan karaoke dan hiburan lainnya di tempat yang sama, pasti peserta ramai. Ia berharap STQ ini menjadi tradisi yang  terus memacu PNS gemar membaca Al-Qur'an.” Al Qur'an harus kita baca dengan baik dan benar, jangan asal baca,” paparnya.

Mohan juga meminta panitia menambah nilai hadiah untuk para pemenang. Dimana dari hadiah yang disiapkan, juara 1 mendapat Rp 2,5 juta.

Harus ada penghargaan yang sesuai yang diberikan kepada para pemenang. Tujuannya  untuk memotivasi qori’ dan qor’iah. Kedepannya kegiatan seperti ini  harus lebih proporsional lagi. Jangan pas lomba karaoke hadiahnya besar tapi pas acara agama hadiahnya kecil.

Mohan meminta agar STQ lebih ramai. Ia meminta jangan hanya staf yang lomba tetapi pimpinan SKPD juga harus ikut STQ.(*)

BACA JUGA :  33 PNS Ikut STQ Korpri
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKejati Usut Pengadaan Alat Pengering Gabah
Berita berikutnyaGubernur Klaim Mutasi Sudah Obyektif