Penonton MotoGP Mandalika Diputuskan 100 Ribu

DIPUTUSKAN: Presiden Joko Widodo memutuskan jumlah penonton MotoGP Mandalika hingga 100 ribu. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Presiden Joko Widodo kembali memutuskan mengenai jumlah penoton dalam  gelaran MotoGP yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022 mendatang menjadi 100 ribu penonton. “Jumlah penonton bertambah. Presiden telah memutuskan dari 63 ribu penonton menjadi 100 ribu tadi dalam rapat,” ungkap Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ridwan Syah usai mengikuti rapat virtual mendampingi Gubernur NTB dengan pemerintah pusat, Selasa (18/1).

Dikatakan Ridwan, dengan bertambahnya jumlah penonton gelaran event balap MotoGP yang telah diputuskan presiden, tentu lebih banyak dari jumlah penonton ketika gelatan World Superbike (WorldSBK) pada November 2021 lalu di Sirkuit Mandalika. “Artinya penonton MotoGP ini lima kali lebih banyak dari penonton WorldSBK. Sehingga penanganannya harus lebih ekstra dari lima kali WorldSBK,” katanya.

Untuk itu, sambungnya, mengenai fasilitas pendukung yang harus disiapkan juga lima kali lebih banyak dari WorldSBK. Baik tempat perkirnya harus cukup untuk menambung kendaraan lima kali lebih banyak dari WorldSBK. Kemudian infrastrukur jalan harus lebar termasuk untuk penanganan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Jumlah petugas dan kesiapan tempat penginapan atau kamar hotel yang memadai dalam menampung jumlah penonton yang hadir dalam menyaksikan gelaran MotoGP Mandalika. “Untuk kamar hotel ini seperti yang sudah disampaikan Kadis Pariwisata (Yusron Hadi) kita hanya punya belasan ribu kamar hotel se pulau Lombok,” sebutnya.

Untuk menutupi kekurangan kamar hotel, lanjutnya Ridwan Syah, terdapat beberapa opsi yang akan ditawarkan sebagai tempat penginapan bagi penonton. Mengingat dari jumlah akomodasi di Pulau Lombok secara keseluruhan hingga saat ini yang sudah ready terdapat 16.000 kamar. Sementara jumlah penonton yang telah ditetapkan 100 ribu, maka diperlukan opsi penambahan akomadasi tempat penginapan.

Opsi yang kemudian akan disiapkan diantaranya, sarana hunian pariwisata (sarhunta) sebanyak 398 unit, rumah susun di Mataram sebanyak 172 kamar, rumah pekerja pariwisata sebanyak 80 kamar, kapal pelni sebanyak 4 kapal dengan kapasitas 3.500 kamar, kapal Pinisi 700 kapal dengan kapasitas 3.500 kamar, kapal Cruise sebanyak 2 kapal dengan kapasitas 4000 kamar.

BACA JUGA :  Sandiaga Tidak ke Tete Batu, BPPD dan Pelaku Wisata Kecewa

Kemudian juga akan ditambah dengan Rusun Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mataram, dan rumah khusus untuk pekerja pariwisata dengan total kamar tersedia bagi 504 penonton. “Dan rumah-rumah penduduk yang sekarang kita sedang survei oleh kementerian. Tinggal pemilik rumah mau nggak kita jadikan rumahnya sebagai tempat penginapan yang nanti akan dilakukan perbaikan secukupnya,” ujarnya.

Mengenai berapa jumlah rumah penduduk yang akan dijadikan sebagai tempat penginapan bagi penonton gelaran MotoGP, kata Ridwan Syah belum dapat dipastikan berapa jumlahnya karena masih sedang didata. “Untuk jumlahnya sekarang ini masih dikumpulkan,” katanya.

Selesai itu, sambungnya, dengan ada opsi kapal Pinisi yang akan dijadikan sebagai tembahan ketersediaan kamar dalam gelaran MotoGP, nanti akan didatangkan dari luar daerah. “Dari arahan pak Menko kapal yang didatangkan dari dalam negeri saja. Apalagi kapal pelni juga banyak. Tetapi kalau memang ada kapal pesiar dari luar negeri juga tidak masalah,” tambahnya.

Dengan adanya kapal yang nanti difokuskan akan sandar di pelabuhan Gili Mas Lombok Barat maka pemerintah pusat lewat Menteri Perhubungan akan menyiapkan transportasi bus untuk mengangkut para penonton yang menginap di kapal dengan menyiapkan sekitar 66 bus yang disiapkan. “Menurut Pak Hadi Tjahjanto tadi dalam rapat ada 66 bus dengan kapasitas 35 seat yang akan mengangkut penonton yang berangkat dari Gili Mas. Dan ini jadi titik perhatian juga saat rapat karena jumlah penonton bertambah dari 63 ribu menjadi 100 ribu,” tuturnya.

Oleh sebab itu, katanya, penting kemudian dilakukan rekayasa lalu lintas sebelum gelaran event dimulai yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Dirlantas Polda NTB. Pasalnya banyak kendaraan yang nanti juga disiapkan dalam mengangkut penonton dari beberapa titik sesuai lokasi tempat menginap. Seperti yang ada di Kota Mataram, Sengigi Lombok Barat dan lain sebagainya. “Maka dengan bertambahnya jumlah penonton maka jadi perhatian juga dalam rapat tadi masalah rekayasa lalulintas penting dilakukan,” tandasnya.

Ridwan Syah juga menyebutkan ada beberapa catatan terkait penambahan akomodasi tersebut yang disampaikan dalam rapat. Di antaranya, Dinas Pariwisata agar dapat mengelola atau menunjuk badan pengelola agar layanan dapat dilakukan setara layanan pada hotel atau homestay. Kemudian Dinas Perhubungan agar menyiapkan shuttle bus pada titik lokasi akomodasi tersebut. “Jadi itu beberapa yang disampaikan tadi,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Jangan Khawatir Kehabisan, Stok Tiket Nonton MotoGP Masih Banyak

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H Yusron Hadi juga menyampaikan untuk menutupi kekurangan jumlah kamar penginapan bagi penonton gelaran MotoGP Mandalika. Dari jumlah yang tersedia hingga saat ini maka pihaknya juga sedang mendata berapa jumlah ketersediaan kamar dimasing-masing kabupaten kota khusunya di pulau Lombok. “Jadi ada beberapa yang sudah menyampaikan ke kita untuk angka pastinya. Dan kita mohon dukungan kabupaten yang lain untuk mengirimkan data terbaru. Karena data yang kita sampaikan itu masih data 2020-2021. Sehingga kita pengen ada data yang lebih palid dan kami bentuk tim kecil untuk turun jemput bola (data) ke semua kabupaten kota,” katanya.

Untuk itu, pihaknya sangat berhadap adanya dukungan dari kabupaten kota untuk mencermati potensi-potensi lokasi camping ground yang nanti bisa dimanfaatkan sebagai lokasi penginapan. Begitu juga mengenai bangunan milik pemerintah kabupaten kota yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sehingga betul-betul bisa dimanfaatkan. “Jika itu teridentifikasi semua, tentu kita berharap kepada asosiasi perjalanan bisa membanding dengan tiket menonton dan lain sebagainya. Karena percuma kalau kita hanya siapkan tempatnya kemudian tidak didukung oleh transportasi,” tambahnya.

Yusron juga menyebutkan, data terakhir untuk ketersedian penginapan sampai sekarang sudah diangka sekitar 20 ribu dari gambaran Dispar. Termasuk kamar hotel berbintang, hotel melati, villa, bongalo, homestay. Kemudian potensi jika dimanfaatkan camping ground, sarhunta maupun dari pemanfaatan Rusunawa dan lain sebagainya. “Jadi sekitar 21.541 ribu berpotensi untuk kita bisa gunakan sebagai tempat penginapan. Dan ini tentu kalau tadi tantangannya ada sekitar 100 ribu penonton, kita belum tahu pastinya berapa jumlah penonton lokal sehingga kita bisa ketahui berapa kepastian kamar sesungguhnya setelah dikurangi jumlah penonton lokal,” tutupnya. (sal/cr-rat)