Penjualan Mutiara Lombok Menurun

Mutiara Lombok
MUTIARA SEPI: Lina, pemilik toko perhiasan mutiara di Kelurahan Sekarbela, Mataram, yang mengaku kalau akhir-akhir ini penjualan mutiara agak sepi. (DEVI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Lesunya penjualan perhiasan mutiara di Pulau Lombok akhir-akhir ini, banyak dikeluhkan oleh para pedagang. Karena semakin waktu berjalan, penjualan bukannya semakin naik, tetapi justru kian menurun. Bahkan banyak diantara pedagang mutiara yang akhirnya terpaksa gulung tikar.

Padahal, mutiara hasil budidaya di Pulau Lombok, south sea pearl (mutiara laut selatan) pernah begitu populer di dunia, karena memiliki kualitas terbaik. Namun kenyataan penjualannya kini sudah tidak seindah kepopulerannya.

“Sekarang ini penjualan mutiara sudah sepi. Selain itu banyak juga toko-toko perhiasan mutiara baru yang buka, sehingga semakin banyak saingan,” tutur Devi, salah satu penjual perhiasan mutiara di Pagutan, Kota Mataram, Senin kemarin (12/2).

Untuk mensiasati sepinya pengunjung lanjutnya, pengusaha perhiasan mutiara sekarang banyak yang memanfaatkan media sosial (Medos) sebagai media pemasarannya. Namun penjualannya masih terbatas di Indonesia saja, belum mencapai pasaran internasional.

BACA JUGA :  REI Sorot Komitmen Cagub NTB Soal Program Perumahan

“Kalau soal pemasaran kendala sih nggak ada. Hanya saja sekarang ini tamu (baca wisatawan) yang datang berkurang, karena memang sedang musim low session (sepi tamu). Kalau pun ada, itu juga pelanggan kita yang datang,” ungkap Lina, salah satu pemilik toko perhiasan mutiara di Pusat Penjualan Mutiara di Kelurahan Sekarbela, Mataram.

Ditanyakan apakah ada upaya lain pemasaran yang dilakukan pengusaha mutiara, selain hanya menunggu pembeli datang ke toko? Kembali Lina mengakui, rata-rata pengrajin dan penjual mutiara di Sekarbela memang masih mengandalkan tamu yang datang  ke toko saja. (cr-dev)