Penimbun Masker Mulai Dibidik

Penimbun Masker
AKBP Budi Santosa.(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

PRAYA – Di tengah kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan masker akibat menyebarnya virus corona. Ternyata kuat dugaan jika ada beberapa oknum yang mengambil keuntungan dengan  menimbun dan menjualnya dengan harga yang sangat tinggi.

Untuk mengantisipasi hal itu, Polres Lombok Tengah akan melakukan penegakan hukum pada masyarakat yang sengaja menimbun dan menaikan harga masker di tengah kekhawatiran masyarakat akan virus corona. Karena belakangan banyak beredar di media sosial (Medsos) penjualan masker secara online. Padahal, di apotek atau penjual masker lainnya malah sudah kosong.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan anggota, terutama di poslek-polsek untuk melakukan pengawasan pada penjualan masker di sejumlah toko maupun apotik. Bila nantinya ditemukan ada oknum yang senagaja menjual masker dengan harga yang berlebihan agar ditindak tegas. “Kami tetap sidak ke lapangan. Kami temukan kekosongan masker di sejumlah apotek dan toko. Kekosongan ini karena supplier sudah tidak mengirim lagi. Kalau penimbunan masih sedang kita dalami,” ungkap AKBP Budi Santosa, Kamis (19/3).

Budi mengaku, pihaknya belum menemukan adanya oknum yang melakukan penimbunan pada masker tersebut.  Selain itu, harga masker juga masih relatif standar. Tapi belakangan ini pihaknya mendapatkan informasi kalau penjualan masker itu dilakukan dengan cara online dan harga jauh dari standar. “Penjualan secara online itu yang sedang kami selidiki. Tapi mudah-mudahan saja tidak ada masyarakat kita menimbun dan menjual secara online dengan harga tinggi. Jika itu terjadi, maka kita akan melakukan tindakan tegas kepada mereka,” tegasnya.

Pihaknya dalam kesempatan itu mengimbau kepada semua pihak, agar tidak mengambil keuntungan di balik masuknya virus corona di Indonesia. Banyak masyarakat yang diduga mencari keuntungan di balik musibah ini. “Kalau kita menemukan masker yang ditimbun itu, maka pidananya akan tetep dijalankan. Kami berharap pelaku usaha untuk tidak mengambil keuntungan dari penimbunan masker,” imbuhnya.

Kasatnarkoba Polres Lombok Tengah, IPTU Hizkia Yosia Cladius Peter Siagian mengaku sudah turun ke sejumlah apotek di wilayah tersebut. Hasilnya, stok masker sudah kosong. Sekarang masker sudah sangat langka. “Beberapa hari lalu kami turun ke sejumlah apotek dan kami tidak menemukan masker yang ditimbun dalam jumlah banyak. Bahkan masker di gudang mereka kosong. Kita juga sedang menyelidiki penimbunan masker yang dijual secara online. Ada yang sedang kita incar ini,’’ timpalnya.

Kepala Disperindag Lombok Tengah, H Saman juga mengaku terus memantau pejualan masker. Dari pantauan pihaknya belum menemukan ada oknum yang menimbun masker. “Kalau kelangkaan masker memang terjadi secara nasional dan ini sudah hukum pasar. Tapi kita tetap berharap tidak ada warga yang menimbun masker,’’ tambahnya. (met)