Penilaian Kelulusan Siswa dari Portofolio

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur As’ad (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur As’ad mengatakan bahwa kelulusan siswa di sekolah di masa pandemi Covid-19 ini ini tidak lagi ditentukan oleh nilai hasil ujian, tetapi ada indiator lain sebagai penentu lain untuk kelulusan peserta didik.

”Jadi kelulusan siswa tidak hanya didasarkan pada kemampuan mereka dalam menjawab soal ujian dari sekolah, tapi ada penilaian portofolio peserta didik,” kata As’ad, Rabu (24/2).

Dijelaskan As’d dengan adanya peraturan baru dari Kemendikbud terkait penghapusan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan peserta didik, maka ada penerapan Asesmen Nasional dengan berbagai indikator atau kriteria peserta didik dinyatakan lulus. Adapun beberapa syarat kelulusan peserta didik, diantaranya siswa harus memiliki akhlak minimal baik. Bahkan nanti ada faktor lain yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik adalah salah satunya portofolio siswa.

Misalnya ada siswa yang pintar dalam berpidato atau memiliki prestasi lain, seperti juara idol atau juara dalam perlombaan. Maka portofolio itu nanti bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan. Dengan adanya kebijakan ini, peserta didik diberi hak untuk menyalurkan bakat dan minat, meski secara akademik kurang. Namun bisa jadi mereka memiliki prestasi lain di bidang non akademik.

Dikatakan As’ad, saat ini pemerintah tengah memberikan ruang bagi peserta didik untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan minat. Dengan langkah ini, setidaknya akan mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran dan tidak bisa digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.

”Sekarang ini kita sedang persiapan semester, kalau semester boleh, tetapi tetap menerpkan Prokes,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Seksi Pendidikkan Madrasah (Penmad) Kemenag Lombok Timur Mahyudin, untuk tahun ini penilaian ujian akhir menggunakan portofolio siswa.

“Jadi sesuai dengan aturan terbaru, ujian sekolah dihapus, penilaian ujian akhir ini menggunakan sistem portofolio,” katanya. (wan)