Pengusaha Mulai Kibarkan Bendera Putih

TUTUP : Banyak pertokoan di mall menutup gerai mereka dampak perpanjangan PPKM Level 4. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 3 – 9 Agustus 2021, terutama di Kota Mataram. Kondisi ini membuat sejumlah pengusaha hingga UMKM menjerit, karena perpanjangan PPKM, mereka bersiap mengimbarkan bendara putih sebagai tanda menyerah lantaran tidak sanggup lagi bertahan lebih lama.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB Hj Baiq Diah Ratu Ganefi menyangkan, kembali terjadinya perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Mataram. Pasalnya, dalam kondisi dua pekan terakhir telah membuat pengusaha gigit jari. Sekarang ini tunggu semua pengusaha dan UMKM bawa bendera putih saja dalam beberapa hari kedepan.

“Teman-teman di IWAPI sudah menyerah, tidak bisa lagi. Kenapa pemerintah memperpanjang PPKM Level 4 tanpa ada solusi,” kata Hj Baiq Diah Ratu Ganefi, Selasa (3/8).

Dikatakan, mestinya sekarang ini pemerintah harus melihat dampak dari perpanjangan PPKM Level 4, pertama dirasakan oleh UMKM skala mikro. Bahkan para pengusaha besar kemungkinan hanya mampu bertahan di bulan ini saja, kedepannya sudah tidak sanggup lagi. Lantaran hampir 2 tahun mengalami dampak dari pandemi Covid-19 dengan kewajiban harus membayar biaya operasional dan upah pekerja.

BACA JUGA :  BI Proyeksi Ekonomi NTB Tumbuh Melambat di Triwulan III 2021

“Kita harus membayar gaji, maintenance, listrik, semuanya kita bayar yang tadinya dengan saving money (tabungan, red) sekarang sudah tidak ada,” ujarnya.

Ganefi sapaan akrabnya meminta gubernur dan bupati/waikota harus cepat tanggap dengan kondisi ini untuk membantu pengusaha dan UMKM. Harusnya pemerintah dan pengusaha duduk bersama dalam mengatasi kondisi pandemi Covid-19 disusul perpanjangan PPKM Level 4.

“Mungki stimulus atau bantuan-bantuan itu tidak hanya berupa uang saja, tetapi bagaimana untuk kebutuhan bantuan yang diberikan masyarakat bisa diambil dari UMKM,” ucapnya.

BACA JUGA :  Optimalkan Manfaat Bonus Demografi, AMMAN Dukung Kesiapan Tenaga Kerja Muda Berkualitas

Menurutnya, pengusaha mau saja diperpanjang PPKM Level 4 tersebut jika pengusaha skala menengah ke atas yang masih mampu. Tetapi bagaimana dengan pengusaha atau UMKM skala mikro ini membutuhkan bantuan.

“Pengusaha sudah menyerah banyak laporan dari teman-teman. Banyak teman-teman ini sudah menjual alat-alat mereka untuk bisa bertahan atau hanya sekedar bisa makan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kota Mataram H Ricky Hartono mengatakan, pelaku usaha di Kota Mataram selama penerapan PPKM Level  4 menutup usaha mereka sementara waktu, hampir 50 persen. Pasalnya untuk buka pun tidak bisa dilakukan lantaran kebijakan yang terlalu ketat, terutama pada usaha kuliner.

“Ada beberapa pengusaha yang memilih tutup sementara, karena biaya operasional dengan pemasukan tidak seimbang,” katanya. (dev)