Pengusaha Gratiskan Biaya Vaksin Karyawan

H Faurani (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kondisi keuangan negara yang tidak memungkinkan untuk membiaya vaksin gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pemerintah pusat mendorong pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) NTB untuk melakukan vaksin mandiri bagi pekerja mereka.

Untuk vaksin gotong royong secara mandiri ini dipastikan tidak akan membebani pekerja, termasuk tidak akan memotong gaji karyawan di setiap perusahaan. Pekerja di perusahaan yang sudah siap membeli vaksin gotong royong di NTB sudah mulai mendaftar di KADIN dan juga langsung ke pemerintah pusat.

“Target Juni mendatang mulai untuk vaksinasi. Sudah ada 10 ribu orang/pekerja di NTB yang didiftarkan oleh perusahaannya, tapi jumlah ini akan terus berkembang,” kata Ketua KADIN NTB H Faurani, Senin (17/5).

Faurani mengatakan, pengusaha yang tergabung dalam KADIN tengah membantu mempercepat pemberian vaksinasi pekerja. Dengan adanya vaksin gotong royong, khususnya kalangan pengusaha bisa lebih cepat mengambil alih secara mandiri usaha mereka.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan harga pembelian vaksin merek Sinopharm melalui PT Bio Farma (Persero) yang akan digunakan untuk vaksin Gotong Royong senilai Rp 321.660 per dosis. Sementara, tarif maksimal layanannya sebesar Rp 177.910 per dosis. Penetapan ini tertuang di Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong. Penetapan berlaku mulai 11 Mei 2021.

Baca Juga :  Warga Masih Abai, Polda Pertegas Sanksi

“Sebelumnya itu harga Rp 1 juta, tapi dari pertimbangan KADIN Indonesia, sehingga ini harga yang bisa didapat lebih murah. Saya sangat, yakin pengusaha itu punya kiat-kiat menghadapi persoalan harga vaksin dan membiayai vaksin karyawan,” paparnya.

Faurani berharap dengan dilakukannya vaksin gotong royong ini setidaknya penguasaha bisa bergerak, meskipun harus mengeluarkan biaya untuk vaksin tersebut. Karena, jika menunggu bantuan dari pemerintah, maka realisasi membutuhkan waktu yang lama. Tapi Kalau di kalangan pengusaha akan lebih cepat terealisasi, maka ekonomi itu akan lebih cepat bergerak. Karena pengusaha itu satu hari tutup sudah rugi.

Untuk itu menjadi pertimbangan bagi KADIN Pusat untuk melakukan vaksin gotong royong ini dengan biaya yang lebih murah. Sementara itu, KADIN NTB sebagai perpanjangan tangan dari pusat  juga gencar untuk melakukan sosialisasi kepada pengusaha. Lantaran beberapa daerah di Indonesia sudah banyak yang memesan dan sudah terlaksana terutama di Jakarta.

“Memang ini berat untuk kondisi penguasaha, tapi kami dari KADIN NTB kapan ada peluang mengambil vaksin hari itu akan segera diambil,” ujarnya.

Baca Juga :  Penonton MotoGP Bisa Bawa Kursi Sendiri

Saat ini sudah ada beberapa pengusaha yang mendaftar, baik langsung ke pusat maupun ke daerah untuk bisa melakukan vaksin gotong royong. Jika vaksinasi sudah berjalan, kemudian ada kenyamanan dan ketenangan, maka bisa bergerak semua, baik itu ekonomi dan kesehatan.

“Roda ekonomi itu bergerak, karena penguasaha. Kalau ini tidak bergerak akan mati ekonomi,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan, sejauh ini para pengusaha yang tergabung di Apindo masih menunggu vaksin dari pemerintah. Kalau untuk membayar dengan vaksin gotong royong masih banyak pengusaha belum mampu.

“Kita masih menunggu vaksin dari pemerintah, karena masih ada yang belum disalurankan. Tapi sudah ada beberapa juga divaksin seperti pekerja di hotel-hotel,” ujarnya.

Dikatakan sampai saat ini kondisi penguasaha masih belum membaik. Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan para anggota lainnya dan sebagain besar masih menunggu vaksin dari pemerintah.

“Kami pengusaha mau berpartisipasi, tapi kondisi ekonomi belum sampai disana. Kita bersyukur banyak anggota Apindo yang sudah mendapat vaksin tersebut,” imbuhnya. (dev)