Pengusaha Fastboat Tolak Bongkar Muat di Teluk Nara

Pengusaha Fastboat Tolak Bongkar Muat di Teluk Nara
LEPAS: Bupati Najmul Akhyar bersama jajaran Dishublutkan melepas kapal cepat yang berkomitmen di pelabuhan Teluk Nara. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Keinginan Pemkab Lombok Utara untuk memaksimalkan Pelabuhan Teluk Nara menjadi pintu masuk ke Gili Matra sampai saat ini masih berat.

Pasalnya, masih banyak pengusaha fasboat (kapal cepat) yang menyatakan komitmen untuk bongkar muat penumpang di pelabuhan milik pemerintah daerah tersebut. “Komitmen pengusaha yakni MV Samudera Jaya ini merupakan langkah maju di bidang transportasi laut. Kami berharap dengan komitmen ini kedepan transportasi laut bagi wisatawan bisa lebih mudah,” kata Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar seusai melepas secara simbolis, Kamis kemarin (6/7).

Ia menegaskan, seluruh pengusaha harus mengikuti aturan yang ada. Dalam hal ini menjadikan pelabuhan Teluk Nara sebagai lokasi bongkar muat penumpang. “Demi kebaikan kita bersama mari kita ikuti aturan yang berlaku karena aturan itu dibuat untuk kebaikan kita semua mulai dari wisatawan, pengusaha dan pemerintah,” imbuhnya.

Najmul juga mengingatkan seluruh pengusaha kapal cepat tetap harus menomorsatukan safety penumpang. Pengusaha jangan hanya mencari keuntungan dari wisatawan tapi mengabaikan keselamatan wisatawan. “Masih banyak kapal cepat yang mengangkut penumpang melebihi kapasitasnya. Ini sudah mengabaikan keselamatan penumpang,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dishublutkan Lombok Utara Samsul Rizal mengakui, bahwa baru satu kapal cepat yang sepakat melakukan bongkar muat penumpang di Teluk Nara. Untuk pemeriksaan dari Syahbandar tetap di Bangsal. Kedepan pihaknya berharap Syahbandar bisa menempatkan petugas di Teluk Nara untuk melakukan pemeriksaan sebelum kapal berlayar guna memudahkan koordinasi.

Samsul berharap seluruh pengusaha kapal cepat lainnya bisa mengikuti komitmen MV Samudera Jaya 6 ini untuk melakukan bongkar muat penumpang di Teluk Nara. “Penumpang diturunkan di Teluk Nara kemudian diangkut menggunakan speedboat yang ada,” ucapnya.

Berdasarkan data di Dishublutkan terdapat sekitar 20 kapal cepat. Dari jumlah ini tentu masih banyak yang belum menyatakan satu kesepakatannya. “Kalau pengusaha kapal cepat memang mau ikut memajukan pariwisata di Lombok Utara, kami harap mereka juga mau berkomitmen seperti Samudera Jaya 6 ini,” pungkasnya. (flo)