Pengurus IDI Kota Mataram menyalurkan APD ke semua tenaga medis di Kota Mataram

PEMBAGIAN : Pengurus IDI Kota Mataram menyalurkan APD ke semua tenaga medis di Kota Mataram. (ist-For Radar Lombok)
PEMBAGIAN : Pengurus IDI Kota Mataram menyalurkan APD ke semua tenaga medis di Kota Mataram. (ist-For Radar Lombok)

MATARAM – Ratusan Alat Pelindung Diri (APD) disalurkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram, sebagai organisasi payung para dokter, baik dokter spesialis maupun dokter umum di Kota Mataram, tidak tinggal diam melihat kurangnya APD bagi tenaga medis di Kota Mataram.
Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat IDI Kota Mataram dr. Akhada Maulana, Sp.U mengatakan, sejak awal merebaknya wabah corona di Kota Mataram pada akhir Maret lalu 2020, IDI Kota Mataram telah menggalang donasi dana dan APD dari para anggota dan organisasi-organisasi profesi dokter di bawah IDI.

“Kami menerima bantuan baik berupa dana maupun APD dari para anggota kami, Pengurus Besar IDI, dokter dari luar NTB, dan PDK3MI (Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas & Kesehatan Masyarakat) Cabang NTB,” kata Akhada.
Bahkan organisasi non medis pun ikut membantu IDI Kota Mataram, seperti HIPMI Kota Mataram. APD tersebut berupa face shield, masker N95, masker bedah, hazmat, helm, dan sepatu boot.
APD bantuan dari para donatur tersebut telah disalurkan kepada ratusan anggota IDI Kota Mataram, baik dokter spesialis maupun dokter umum, baik itu yang berdinas di RSUD Provinsi NTB dan RS Kota Mataram sebagai pusat rujukan pasien corona, maupun di puskesmas-puskesmas se-kota Mataram sebagai ujung tombak pelayanan pasien corona di masyarakat.
Selain itu, para dokter yang berpraktek di beberapa rumah sakit swasta di kota Mataram juga mendapatkan bantuan APD dari IDI Kota Mataram.

Awalnya, IDI Kota Mataram mengeluarkan dana utk membelikan APD dan di bagikan ke teman sejawat dokter anggota IDI Kota Mataram.
Sementara itu, Ketua IDI Kota Mataram, dr. Rohadi, Sp.BS menyatakan bahwa sudah menjadi kewajiban IDI untuk ikut bertanggung jawab terhadap keselamatan anggotanya dalam menangani pasien Corona, yang merupakan penyakit dengan tingkat penularan tinggi. Sehingga pelayanan kepada pasien bisa tetap berjalan, namun dengan tetap menjaga keamanan dan keselamatan para dokter yang bertugas dalam memberikan pelayanan, pungkasnya. (dir/adv)