Pengunjung Asal Rarang Meninggal Tenggelam di Kolam Renang Odang Kotaraja

Seorang pengunjung bernama Mahli (25), warga Dusun Repok Waru, Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara tewas tenggelam saat berenang di Kolam Renang Odang, Dusun Otak Desa, Desa Kotaraja, Sabtu (14/1/2022) sekitar pukul 16.00 WITA. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Mahli (25) warga Dusun  Repok Waru, Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur meninggal tenggelam saat mandi di Kolam Renang Odang di Dusun Otak Desa, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Sabtu (14/1/2023) sekitar pukul 16.00 WITA.

Keluarga dan pengunjung sempat berupaya menyelamatkan korban. Namun nahas nyawa korban tak tertolong.

Korban datang ke kolam pemandian  bersama keluarganya sekitar 7 orang menggunakan roda tiga sekitar pukul 15.00 WITA.

Korban dan keluarga menaruh pakaian dan barang bawaan di sebelah barat kolam orang dewasa. Lalu mandi. Kebetulan korban tidak mandi sehingga diminta menjaga baju dan barang bawaan.

Tak lama kemudian terdengar orang berteriak melihat seseorang tenggelam di kolam. Selanjutnya pengunjung lainnya terutama keluarga korban berlari menuju kolam yang besar itu.  Korban terlihat sudah tenggelam di dasar kolam.

Melihat hal tersebut, saksi bersama pengunjung turun ke kolam memberikan pertolongan.

“Pengunjung lainnya berusaha memberikan pertolongan dengan menekan dada korban untuk mengeluarkan air didalam tubuh korban. Tapi korban tak bergerak,” ungkap Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman.

Selanjutnya korban dibawa menuju Puskesmas Kotaraja untuk mendapatkan pertolongan.

Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Kotaraja bahwa korban telah dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil olah TKP ungkap Nicolas,      korban ditemukan tenggelam dengan posisi tengkurap di dasar kolam dengan kedalaman 1,35 meter.  Sementara tinggi korban sekitar 1,45 meter.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pada hidung dan mulut ditemukan busa,” imbuh dia.

Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian masih sedang melakukan pendalaman baik itu dengan meminta keterangan para saksi maupun mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab kematian korban.

“Untuk mengungkap penyebab kematian korban tentunya diperlukan pemeriksaan menyeluruh dari dalam tubuh korban melalui autopsi.  Berdasarkan keterangan keluarga bahwa korban ini mengalami keterbelakangan mental,” singkatnya. (lie)

Komentar Anda