Pengungsi Terkena Dampak Gempa Mataram Disewakan Lahan

Pengungsi Terkena Dampak Gempa Mataram Disewakan Lahan
PENGUNGSI: Pengungsi yang terdampak gempa akan disewakan lahan untuk mengungsi oleh pemerintah. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berupaya maksimal memenuhi kebutuhan pengungsi terkena dampak bencana gempa bumi. Untuk pengungsi yang rumahnya rusak parah dan tidak ada lahan mengungsi, pemerintah mengupayakan menyewa lahan untuk ditempati.

‘’Kita alokasikan anggaran untuk sewa lahan. Karena kemungkinan sementara ini mereka masih bisa menempati lahan-lahan kosong. Tapi besok-besok masyarakat sudah memasuki masa tenang dan tidak mengizinkan untuk ditempati. Paling tidak kita siapkan lahan itu,’’ ujar Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito di Mataram, Minggu (2/9) kemarin.

BACA JUGA: Presiden Ajak Pengungsi Nobar Penutupan Asian Games

Khusus untuk lingkungan yang sebagian rumah warga dengan kondisi rusak berat, pemerintah juga menyiapkan MCK komunal di masing-masing lingkungan. Termasuk juga untuk pengadaan air bersih. ‘’Ini khusus bagi lingkungan yang warganya menetap mengungsi,’’ katanya.

Ia memastikan alokasi anggaran yang disiapkan ini murni berasal dari anggaran yang tersedia di APBD perubahan. Sehingga tidak ada revisi anggaran sebelumnya dalam APBD murni. Seperti pengadaan proyek dan sebagainya.

‘’Tidak ada, ini anggarannya tersedia dari APBD perubahan. Itu sudah kita siapkan,’’ ungkapnya.

Sebelum bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengadakan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi diturunkan, pemerintah menyiasatinya dengan mendirikan tenda bagi pengungsi. Pemerintah juga menyiapkan penataan dan pembersihan lingkungan yang terkena dampak sebelum huntara dibangun.

BACA JUGA: Tujuh Lokasi Terdampak Gempa di KLU Tak Bisa Dibangun Ulang

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H Syakirin Hukmi mengatakan, anggaran untuk sewa lahan bagi pengungsi sudah dibahas dalam APBD perubahan Pemkot Mataram. Termasuk juga untuk kegiatan penanggulangan lainnya. Seluruhnya sudah dilakukan pembahasan. ‘’Apabila tidak bisa ditanggulangi oleh pengeluaran tak terduga. Kan ini mendesak, bagaimana pembangunan MCK, air bersih dan sebagainya. Kalau besaran (anggaran) belum ditentukan. Ini masih perkiraan-perkiraan saja. Saya lupa berapa perkiraan-perkiraan disitu. Tetapi kan harus perhitungan real. Nanti pada pelaksanaan akan menyesuaikan dengan kondisi dilapangan dan harga yang berlaku,’’ katanya. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut