Pengprov Teqball NTB Sosialisasikan Cabang Olahraga Baru

Target Bentuk Pengcab Teqball di Kabupaten dan Kota

TEQBALL: Ketua Pengprov Teqball NTB, Ni Ketut Wolini, memberikan bola untuk simulasi permainan olahraga Teqball, ketika sosialisasi di Gelanggang Pemuda Mataram, Rabu (14/9). (sigitsetyo/radarlombok)

MATARAM—Cabang Olahraga (Cabor) baru, Teqball, kini telah hadir di Provinsi NTB. Tepatnya yaitu sejak terbentuknya Pengurus Provinsi (Pengprov) Teqball NTB, yang dikomandani oleh Ni Ketut Wolini, dan dilantik oleh Pengurus Pusat Teqball, bersama 11 Pengprov lain di Indonesia, pada November 2021 lalu di Jakarta.

“Teqball adalah olahraga yang dimainkan antara dua pemain di pertandingan tunggal, atau antara tiga sampai empat pemain dalam permainan ganda. Olahraga Teqball ini seperti penggabungan antara olahraga Sepakbola, Tenis Meja dan Sepak Takraw,” jelas Wolini, ketika sosialisasi Cabor Teqball di Gelanggang Pemuda, Rabu (14/9).

Seperti Tenis Meja, karena media yang digunakan untuk bermain menyerupai meja yang digunakan untuk main Tenis Meja. Hanya saja, meja yang digunakan untuk Teqball melengkung ke bawah.

Kemudian mirip Sepakbola, karena permainan ini mengunakan bola sepak nomor 5. Demikian pemain bisa menggunakan seluruh anggota badan untuk bermain, kecuali tangan.

“Dan seperti Sepak Takraw, karena teknik bermainnya lebih banyak memanfaatkan tendangan kaki dan sundulan kepala untuk mematikan langkah bola di bidang permainan lawan,” jelas Wolini, yang dalam sosialisasi kali ini diikuti oleh para guru, utusan sekolah-sekolah (SMA/SMK) di Kota Mataram, perwakilan KONI NTB dan KONI Mataram, Dispora NTB, Dikbud NTB, dan lainnya.

Sejak terbentuknya Pengprov Teqball NTB, diakui Wolini pihaknya belum dapat mensosialisasikan secara baik Cabor baru ini, karena terkendala dengan pandemi Covid-19 saat itu. Namun seiring dengan melandainya Covid-19, maka saat ini pihaknya mulai mengejar ketertinggalan.

“Dalam waktu dekat, kami akan segera sosialisasikan Cabor Teqball ini ke seluruh kabupaten dan kota di NTB. Dan kalau memungkinkan juga akan segera membentuk kepengurusan cabang (Pengcab) di daerah-daerah NTB,” tutur Wolini.

SIMULASI: Para atlet Cabor Teqball NTB memperagakan permainan olahraga Teqball ketika sosialisasi di Gelanggang Pemuda Mataram, Rabu (14/9). (sigitsetyo/radarlombok)

Meski tergolong sebagai olahraga baru, namun untuk di NTB olahraga ini bisa cepat diserap. Itu karena pelaku olahraga Teqball ini sebelumnya telah memiliki skill atau kemampuan di olahraga Sepakbola, Tenis Meja, lebih-lebih Sepak Takraw, yang bagi sebagian daerah NTB adalah olahraga yang dimainkan keseharian oleh anak-anak mudanya.

“Buktinya saat ini kita (Pengprov Teqball NTB) telah memiliki dan membina sekitar 20-an atlet Teqball, yang setiap hari berlatih di Gelanggang Pemuda Mataram. Bahkan ketika unjuk kemampuan pada saat pelantikan Pengprov NTB di Jakarta, tahun lalu, para atlet kita mendapat aplaus dan pujian karena kemampuannya bermain Teqball,” ujar Wolini.

Potensi ini tentu saja harus terus diasah. Apalagi meski baru, namun Cabor Teqball ini juga telah diakui dan masuk menjadi anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Bahkan olahraga Teqball ini juga telah dipertandingkan secara internasional.

“Piala dunia perdana Teqball dilaksanakan di Budapest, Hongaria pada 2017 lalu, yang diikuti oleh lebih dari 20 peserta. Selanjutnya pada 2018, piala dunia dilaksanakan di Reims, Prancis, pada 12-13 Oktober yang diikut oleh 90 peserta,” jelas Wolini seraya berharap Cabor Teqball nanti bisa masuk dalam eksibisi PON 2024, atau mungkin 2028 ketika PON berlangsung di NTB.

Sementara Kepala Dinas Dikpora NTB, yang diwakili Lalu Fatanah, S.Sos. MM, menyampaikan apresiasi atas sosialisasi Cabor baru Teqball oleh Pengprov Teqball NTB. Dimana menurutnya ini akan semakin mewarnai dan memperkaya keberadaan Cabor-Cabor berprestasi di NTB, yang pada gilirannya nanti dapat membawa nama harum NTB dikancah Nasional, bahkan Internasional.

“Hendaknya Pengprov Teqball NTB secara massif mensosialisasikan Cabor baru ini kepada kalangan pemuda, atau sekolah-sekolah yang ada di NTB. Untuk itu, kami Dikpora NTB, dan mungkin juga Dikbud NTB, pasti siap membantu. Sehingga olahraga Teqball ini cepat merakyat, dan disukai serta dimainkan oleh masyarakat. Sehingga untuk mencari atlet berprestasi juga semakin mudah,” saran Fatanah.

Untuk diketahui, Teqball pertama kali dibuat pada tahun 2014 lalu oleh dua pengemar sepakbola, yaitu Gabor Borsanyi, mantan pemain sepak bola professional, dan Viktor Huszar, seorang ilmuwan komputer.

Teqball direpresentasikan ditingkat internasional oleh Federation Internationale de Teqball (FITEQ), sekaligus untuk kompetisinya juga menginduk kepada aturan yang telah ditetapkan oleh FITEQ.

Sejumlah pemain bola tingkat dunia tertarik untuk mencoba permainan ini setelah permainan ini dipentaskan dalam Africans Beach Games tahun 2019. (gt)

Komentar Anda